detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 04:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 11/03/2013 10:38 WIB

KLB Akhir Maret, Petinggi PD Mulai Pecah Kongsi

Ahmad Toriq - detikNews
Foto: Silatnas PD/detikcom
Jakarta - Partai Demokrat (PD) akan segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketum baru pengganti Anas Urbaningrum. Petinggi Partai Demokrat (PD) mulai pecah kongsi, mereka mengunggulkan jagoannya masing-masing.

Waketum PD Max Sopacua, misalnya, menegaskan dukungannya untuk Marzuki Alie. Max menjagokan Wakil Ketua Dewan Pembina PD tersebut berlaga di KLB. Marzuki adalah calon ketua umum PD di kongres PD 2010 silam.

"Max Sopacua mendukung Marzuki Alie," kata Max saat berbincang, Senin (11/3/2013).

Menjagokan Marzuki, Max mendesak agar kandidat calon ketua umum PD nantinya diwajibkan kader PD. Hal ini dinilai Max perlu ditegaskan karena ada kubu lain yang menjagokan KSAD Jenderal (TNI) Pramono Edhie Wibowo, dan sejumlah nama lain maju di KLB.

"Calon ketum tidak bergeser dari kader. Bagaimanapun kader akan dikedepankan," ujarnya.

Max juga mengatakan agenda KLB yang akan digelar akhir Maret 2013 ini hanyalah pemilihan Ketua Umum. Pemilihan ini penting untuk menyelesaikan masalah Daftar Caleg Sementara (DCS) PD.

"Agenda KLB memang hanya untuk memilih ketum. KLB adalah sebuah solusi dari persoalan yang kita hadapi untuk DCS dan DCT. Pak SBY sudah mengambil keputusan untuk KLB," tuturnya.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(trq/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%