Senin, 11/03/2013 10:27 WIB

Ruhut: Hanya Pramono Edhie yang Pantas Jadi Ketua Umum PD

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Pramono Edhie/detikfoto
Jakarta - Kongres Luar Biasa Partai Demokrat (PD) digelar akhir Maret 2013 ini. Bagi politikus PD Ruhut Sitompul, hanya KSAD Jenderal (TNI) Pramono Edhie Wibowo yang pantas menjadi ketua umum PD.

"Kalau mau badai cepat berlalu itu harus Pramono. Kalau nggak Pramono badai nggak berlalu," kata Ruhut saat dihubungi, Senin (11/3/2013).

Pramono Edhie baru akan pensiun dari TNI pada 5 Mei 2013 nanti. Jika KLB digelar akhir Maret, maka Pramono harus pensiun dini, beberapa hari sebelum masa kerjanya habis.

"Apa susahnya sih membuat surat pengunduran diri, itu semua masih memungkinkan," kata Ruhut.

Menurut Ruhut, tak ada kandidat lain yang pantas memimpin PD. Sejumlah nama kandidat yang mulai muncul, menurut Ruhut, tak menjamin bisa menyelamatkan partai.

"Marzuki, apa dijamin orang bawah mendukung dia? Paling yang mendukung cuma tim sukses dia, Achsanul cs. Orangnya Anas, siapa? Saan? Apa dia bisa menjamin menyelesaikan masalah," kata Ruhut.

Ruhut menuturkan, KLB Partai Demokrat nanti akan berbeda dengan Kongres PD tahun 2010 silam. Menurunya, pemilihan ketua umum PD akan secara aklamasi.

"Aklamasi saja. Jadi siapa yang dari Majelis Tinggi kita dukung. Itu penting untuk menghindari money politics," tandasnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%