detikcom
Sabtu, 09/03/2013 14:36 WIB

Ketua DPP Demokrat: Gagal Pimpin Partai, Anas Minta Maaflah ke SBY

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum diminta untuk meminta maaf kepada Susilo Bambang Yudhoyono dan seluruh kader partai. Anas harus mengakui kegagalannya dalam memimpin partai.

Hal ini disampaikan Ketua DPP bidang Polhukam DPP Partai Demokrat, Letjen (Purn) Cornel Simbolon dalam jumpa pers di Resto Penang Distro, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2013).

"Saya sarankan, minta maaflah kepada SBY dimana dalam kepemimpinannya selama ini kurang berhasil. Kan selama ini hubungan seperti ayah dan anak harus terpelihara dengan bagus. Kedua, minta maaf kepada kader-kader Demokrat. Selama kepemimpinan saya (Anas), elektabilitas Demokrat menurun," beber Cornel.

Cornel juga berharap Anas bisa fokus menghadapi persoalan hukum di KPK. Ia memberi saran supaya Anas tidak justru menarik simpati dengan mengalihkan ke persoalan di luar kasus Hambalang.

"Hadapilah dengan fokus maslah itu dengan menunjukan apa yang mau dipertahankan nilai-nilai kejujuran dan kesabaran," tegasnya.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(mok/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%