Detik.com News
Detik.com

Kamis, 07/03/2013 00:06 WIB

Seleksi Administrasi, Timsel KPU Banten Gugurkan 16 Pendaftar

Yasser Ali Harakan - detikNews
Jakarta - Tim seleksi calon anggota KPU Provinsi Banten, menyelesaikan seleksi tahap pertama yakni penelitian administrasi. 16 pendaftar dinyatakan gugur dalam seleksi ini.

Ketua Timsel KPU Banten, Endang Sulastri menjelaskan, penelitian administrasi dilakukan dengan memeriksa kelengkapan berkas. "Selanjutnya dilakukan kualifikasi penilaian terhadap pendidikan, pengalaman, pemahaman, dan pengetahuan mengenai Pemilu juga KPU," kata Endang di Kantor Sekretariat Timsel KPU Banten di Kompleks Pasar Modern Blok C Nomor 8, Cilegon KM 3, Serang, Rabu (6/3/2013).

Dari 81 pendaftar, 8 orang di antaranya dinyatakan gugur pada tahap pertama. Pada tahap kualifikasi penilaian, 8 pendaftar juga tidak lolos. "Sehingga yang lolos ke tahap selanjutnya berjumlah 65 orang," terang Endang.

Dia menegaskan komitmen independensi Timsel anggota KPU. Menurutnya, kegagalan mantan Bupati Lebak, M. Yas'a Mulyadi karena tidak memenuhi persyaratan yang diatur.

"Kami berjalan menurut UU dan peraturan KPU. Di aturan hukum juga mengatur bahwa calon anggota KPU Provinsi harus penduduk setempat dibuktikan dengan KTP. Sementara mantan bupati Lebak itu kan KTP-nya Jabar di Depok jadi otomatis gugur," jelasnya.

"Kami semaksimal mungkin untuk menjaga independensi kerja timsel. Semua anggota timsel bekerja sesuai aturan hukum. Maka dari itu, timsel juga mulai hari ini sudah membuka partisipasi publik untuk memberikan pendapat mengenai calon anggota KPU yang lolos ke tahap tes tertulis, tes kesehatan, dan tes psikologi," tegas Endang.

Selanjutnya ke-65 orang yang lolos penelitian administrasi tersebut akan mengikuti tes tertulis pada 14 Maret, tes kesehatan tanggal 15-19 Maret, dan tes psikologi pada 20-30 Maret.




Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fdn/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%