Sabtu, 02/03/2013 23:20 WIB

Hatta Didaulat Naik Panggung Dalam Pagelaran Wayang Kulit di Borobudur

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Hatta Rajasa Jadi Dalang Pagelaran Wayang Kulit (Tri/detikcom)
Magelang - Ketum PAN Hatta Rajasa menonton wayang kulit bersama sejumlah petinggi PAN. Hatta pun menjadi dalang dadakan dan berduet dengan dalang kondang Ki Manteb Sudharsono dalam pagelaran wayang berlakon bertema 'meminta petunjuk'.

"Ada kegelisahan. Saat ini banyak bencana, fitnah, egoisme kian menonjol, dan lain-lain. Sebagai pamong (abdi negara), saya merasa perlu lakon ini," kata Hatta saat 'dipaksa' dalang Ki Manteb Sudharsono naik panggung di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Sabtu (2/3/2013) malam.

Ki Manteb menampilkan lakon 'Ismoyo Maneges'. Ismoyo adalah perwujudan Semar. Maneges berarti minta petunjuk. Kisah ini berisi tentang kegelisahan Semar atas kondisi dunia. Dia kemudian semedi untuk meminta petunjuk dari Yang Maha Kuasa dan akhirnya bisa mengatasi beragam masalah.

Hatta naik panggung di sela-sela pementasan. Tak sampai 10 menit, usai ditanya soal alasan itu, Hatta turun.

Acara yang dikemas dengan nama Pagelaran Anak Negeri ini sebelumnya dibuka dengan sambutan-sambutan. Kemudian langsung dilanjutkan dengan pementasan wayang.

Selain Hatta, tampak hadir pendiri PAN Amien Rais, Sekjen PAN Taufik Kurniawan, Mendikbud M Nuh, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, dan anggota DPR Tjatur Sapto Edy serta yang lain.

Selain tamu undangan, acara yang diselenggarakan Yayasan Tjatur Sapto Edy ini dihadiri ratusan warga sekitar. Hingga pukul 23.00 WIB, pementasan berlangsung. Hatta dan seluruh 'penonton' tak beranjak dari tempat duduknya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%