Detik.com News
Detik.com

Jumat, 01/03/2013 14:41 WIB

Sambut 'Hari Tanpa Bayangan', Santri di Solo Luncurkan Seribu Roket Air

Muchus Budi R. - detikNews
Solo - Hari ini, Jumat (1/3/2013) tepatnya pukul 11.49 WIB, adalah hari yang terhitung hari istimewa bagi warga Solo dan sekitarnya. Sebuah fenomena alam yang hanya datang dua kali dalam setahun, mendatangi Kota Solo. Fenomena alam itu adalah hari tanpa bayangan karena matahari persis di atas Kota Solo dan sekitarnya.

Fenomena alam tersebut memang bukan sesuatu yang selalu menjadi perhatian. Selain karena selalu datang sebanyak dua kali dalam setahun, peristiwa tersebut juga tidak banyak mempengaruhi situasi atau kondisi alam. Karena itu tak banyak yang terlihat meluangkan waktu untuk memperhatikan fenomena tersebut.

Lain halnya dengan santri di Pesantren Modern Assalam, Sukoharjo. Sejumlah santri yang mengikuti kegiatan pendalaman ilmu falak yang tergabung Club Santri Astronomi Assala (CASA), melakukan kegiatan khusus menyambut peristiwa yang sering disebut sebagai hari tanpa bayangan karena matahari berada tepat di atas kepala.

"Fenomena hari tanpa bayangan itu terjadi pukul 11.49 WIB. Bayangan kita tepat berada di bawah kita sehingga seoalah-olah bayangan itu tidak ada," ujar pengasuh CASA, AR Sugeng Riyadi.

Para santri Assalam berinisiatif menyambut hari khusus tersebut dengan meluncurkan sebanyak seribu roket air ke udara tepat ketika bayangan menghilang. Adapun yang disebut roket air itu adalah botol yang diisi air yang kemudian dipompa sehingga bisa meluncur ke udara sehingga airnya akan tumpah ke bawah.

Setelah itu, para santri langsung menuju masjid untuk mengerjakan sholat Jumat, karena ketika matahari tepat di atas kepala itu berarti sudah masuk waktu Zuhur.

Sugeng lebih lanjut mengatakan peristiwa yang sama, yaitu matahari tepat di atas Solo dan sekitarnya, akan kembali terulang di Solo pada 13 Oktober mendaang pada pukul 11.21 WIB.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mbr/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%