detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 20:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 01/03/2013 14:41 WIB

Sambut 'Hari Tanpa Bayangan', Santri di Solo Luncurkan Seribu Roket Air

Muchus Budi R. - detikNews
Solo - Hari ini, Jumat (1/3/2013) tepatnya pukul 11.49 WIB, adalah hari yang terhitung hari istimewa bagi warga Solo dan sekitarnya. Sebuah fenomena alam yang hanya datang dua kali dalam setahun, mendatangi Kota Solo. Fenomena alam itu adalah hari tanpa bayangan karena matahari persis di atas Kota Solo dan sekitarnya.

Fenomena alam tersebut memang bukan sesuatu yang selalu menjadi perhatian. Selain karena selalu datang sebanyak dua kali dalam setahun, peristiwa tersebut juga tidak banyak mempengaruhi situasi atau kondisi alam. Karena itu tak banyak yang terlihat meluangkan waktu untuk memperhatikan fenomena tersebut.

Lain halnya dengan santri di Pesantren Modern Assalam, Sukoharjo. Sejumlah santri yang mengikuti kegiatan pendalaman ilmu falak yang tergabung Club Santri Astronomi Assala (CASA), melakukan kegiatan khusus menyambut peristiwa yang sering disebut sebagai hari tanpa bayangan karena matahari berada tepat di atas kepala.

"Fenomena hari tanpa bayangan itu terjadi pukul 11.49 WIB. Bayangan kita tepat berada di bawah kita sehingga seoalah-olah bayangan itu tidak ada," ujar pengasuh CASA, AR Sugeng Riyadi.

Para santri Assalam berinisiatif menyambut hari khusus tersebut dengan meluncurkan sebanyak seribu roket air ke udara tepat ketika bayangan menghilang. Adapun yang disebut roket air itu adalah botol yang diisi air yang kemudian dipompa sehingga bisa meluncur ke udara sehingga airnya akan tumpah ke bawah.

Setelah itu, para santri langsung menuju masjid untuk mengerjakan sholat Jumat, karena ketika matahari tepat di atas kepala itu berarti sudah masuk waktu Zuhur.

Sugeng lebih lanjut mengatakan peristiwa yang sama, yaitu matahari tepat di atas Solo dan sekitarnya, akan kembali terulang di Solo pada 13 Oktober mendaang pada pukul 11.21 WIB.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mbr/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%