detikcom
Rabu, 27/02/2013 16:56 WIB

Kepsek SMA di Kampar Terbukti Pakai Sabu, Bupati Siap Beri Sanksi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Ilustrasi/dok detikcom
Pekanbaru - Saat dites urine, seorang kepala sekolah di Kampar Riau positif memakai narkoba. Bupati turun tangan dan siap memberi sanksi.

Plt Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kab Kampar Riau, Djanuarel menjelaskan, awalmnya, kepala sekolah berinisial DW dilaporkan warga menggunakan narkoba. Kemudian, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Kampar, BNN melakukan tes urine pekan lalu.

"Hasil tes urine, dia positif menggunakan narkoba jenis sabu," kata Djanuarel kepada wartawan, Rabu (27/2/2013).

Djanuarel menyebut, DW bertugas di Kecamatan Salo, Kampar.

Secara terpisah, Bupati Kampar Jefry Noer mengaku sudah memerintahkan Badan Kepegawaian Kampar untuk menindaklanjuti hasil tes urine tersebut. Dia berjanji akan memberikan sanksi tegas.

"Saya minta pihak BKD menonaktifkan kepsek tersebut," kata Jefry.

Jefry menyebut, sanksi perlu diberikan sebagai pelajaran bagi PNS atau pejabat agar tidak terjerat penggunaan barang haram tersebut. "Bagi pendidik dan seluruh PNS di Kampar, jangan coba-coba terlibat (narkoba)," katanya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(cha/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%