Detik.com News
Detik.com
Selasa, 26/02/2013 00:29 WIB

Debat Cagub Sumut Bersama Kadin, Satu Cagub tak Datang

Khairul Ikhwan - detikNews
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menggelar uji publik pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera Utara (Sumut). Dari lima calon, satu calon tak datang dan hanya diwakili cawagub.

Kegiatan bertajuk Uji Publik Cagub Sumut Bersama Kadin Sumut itu berlangsung di Grand Elite Hotel, Jalan Gatot Subroto, Medan, Senin (25/2/2013) malam.

Kelima pasangan cagub yang menyampaikan visi dan misi berdasarkan nomor urut, masing-masing pasangan (1) Gus Irawan Pasaribu-Soekirman, (2) Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi, (3) Chairuman Harahap-Fadly Nurzal, (4) Amri Tambunan-RE Nainggolan dan (5) Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi. Tetapi pasangan nomor empat, hanya diwakil RE Nainggolan saja. Amri Tambunan tak datang.

"Amri sedang berada di Sibolga, bersama dengan masyarakat di sana. Kami berbagi tugas, saya yang di sini," kata Nainggolan.

Kendati cagubnya tak datang, tetapi RE yang pernah menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, tetap aktif menjawab pertanyaan para panelis dalam kegiatan ini. Masing-masing Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara, Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Sirojuzilam Hasim dan pengamat ekonomi Hendri Saparini.

"Pembangunan Sumatera Utara harus mengutamakan pembangunan sumber daya manusianya, baru ekonomi," kata Nainggolan.

Selain acara kali ini, Amri juga tak datang waktu cabut nomor urut, dia sedang berada di Jakarta pada waktu itu. Sementara waktu acara deklarasi kekayaan para cagub dan cawagub bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Amri hanya hanya datang sebentar. Dia buru-buru meninggalkan lokasi karena ada acara lain sehingga hanya RE Nainggolan sendiri yang menjawab pertanyaan wartawan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rul/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%