Detik.com News
Detik.com
Senin, 25/02/2013 12:10 WIB

Satpam Pegadaian di Bandung Terluka Ditembak Perampok

Tya Eka Yulianti - detikNews
Satpam Pegadaian di Bandung Terluka Ditembak Perampok Foto: Tya Eka Yulianti/detikcom
Bandung - Perampokan disertai penembakan terjadi di kantor Pegadaian di Bandung. Seorang satpam terluka. Polisi masih menyelidiki kejadian itu.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan informasi tersebut. Lokasi kejadian berada di kantor Pegadaian Syariah, Jalan Sariasih No 13, Kota Bandung, Senin (25/2/2013). "Satpam yang ditembak," jelasnya saat dihubungi detikcom via telepon.

Jumlah pelaku dan apakah ada barang berharga yang digondol perampok belum diketahui. Begitu pun nasib satpam. Ia sudah dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung.

Trunoyudo belum banyak berkomentar terkait insiden itu. Ia masih mengumpulkan informasi sebagai bahan penyelidikan.

Di lokasi, kaca depan kantor tersebut rusak bekas tembakan. Puluhan warga dan pekerja berdatangan. Polisi sudah memasang garis batas agar warga tak melintas di lokasi.

Pukul 11.55 WIB, polisi masih menggelar olah TKP. Mereka juga memeriksa saksi-saksi, termasuk seorang kasir yang pakaiannya berlumuran darah. Menurut informasi di lokasi, sang kasir menolong korban usai kejadian sehingga seragamnya terkena percikan



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(try/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%