Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 23/02/2013 09:14 WIB

Updated

RSUD: 15 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Cianjur

Jakarta - Korban kecelakaan di ruas jalan Sukabumi-Cianjur hingga saat ini berjumlah 15 orang. Sementara itu, 8 orang luka berat. Sebelumnya petugas menyebut korban tewas berjumlah 18 orang.

"Sekarang meninggal 15 orang di kamar jenazah dan yang luka berat ada 8 orang berat di IGD," ujar petugas IGD RSUD Cianjur, Yugentra Hartati saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/2/2013).

Korban luka-luka saat ini masih dalam pemeriksaan intensif oleh petugas medis di IGD. Sementara keluarga korban saat ini mulai berdatangan di RSUD Cianjur

"Lagi penuh, keluarga pada datang," imbuhnya.

Kecelakaan ini terjadi pada pukul 06.15 WIB di Jalan Bangbayang, Kecamatan Gebrong, Cianjur, Jabar. Kecelakaan berawal ketika truk bermuatan oli meluncur dari arah Sukabumi menuju Cianjur mengalami rem blong. Akhirnya menabrak motor dan angkutan umum.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mpr/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%