detikcom
Jumat, 22/02/2013 18:15 WIB

TNI Masih Telusuri Motif Penembakan terhadap Prajuritnya di Papua

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - 8 Anggota TNI tewas ditembak kelompok bersenjata di dua kabupaten berbeda di Papua. Apakah ada motif balas dendam? Hingga kini, TNI masih menelusuri motif penembakan tersebut.

"Barangkali iya. Tapi nanti kalau ketemu saya akan tanya. Tapi analisis nggak apa-apa. Kemungkinan bisa balas dendam, kemungkinan juga tidak suka keberhasilan TNI di sana," ujar Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2013).

Kelompok yang melakukan penembakan berasal dari kelompok bersenjata pimpinan Goliat Tabuni dan kelompok Murib. Dari penelurusan detikcom, anak Goliat Tabuni tewas dalam aksi baku tembak dengan pasukan TNI dari Yonif 753 Nabire pada 5 Januari 2012 silam.

Selain diduga karena motif balas dendam, Agus mengatakan kelompok separatis lainnya juga diduga iri dengan keberhasilan TNI yang berhasil melakukan pembangunan di Papua. Namun, dia juga menyebut ada beberapa kelompok yang memiliki motif berbeda dalam melakukan serangan kepada penduduk dan pasukan TNI/Polri.

"Di sana kelompok banyak. Kasusnya beda-beda dan kaitannya belum tentu ada," ujarnya.

Sebelumnya, Menkopolhukam Djoko Suyanto mengatakan penyerangan dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Goliat Tabuni.

"Berdasarkan perkiraan intelijen yang dimiliki aparat, daerah tersebut diindikasikan merupakan tempat aktivitas kelompok bersenjata pimpinan Goliat Tabuni," kata Djoko dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (21/2) kemarin.

Penyerangan pertama terjadi pukul 09.30 WIT di Pos Satgas TNI di Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Satu orang anggota TNI tewas, satu lainnya mengalami luka tembak di lengan kiri. Serangan kedua terjadi di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. 10 Anggota Koramil Sinak dihadang dan ditembaki kelompok bersenjata. Tujuh orang tewas dalam insiden ini.

"Di wilayah ini atas dasar intelijen diduga merupakan tempat aktivitas kelompok bersenjata pimpinan Murib," kata Djoko.



Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(fiq/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close