detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 02:04 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 20/02/2013 18:49 WIB

Kenalan dengan Perempuan di Diskotik, Hariyanto Meringkuk di Penjara

Rina Friastuti - detikNews
ilustrasi (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Hati-hati kenalan dengan orang asing di dunia gemerlap. Bisa-bisa malah ruwet di kemudian hari. Bahkan bisa-bisa harus meringkuk di penjara.

Hal ini dialami oleh Hariyanto, (21) yang sedang party di sebuah diksotik di Mangga Besar, Jakarta Barat. Sambil mendengarkan dentuman suara musik yang menggelegar, dia pun cuci mata dan jatuh hati dengan Sherly. Singkat kata, keduanya berkenalan dan malam pun berjalan indah.

Usai pertemuan pertama tersebut, keduanya intens komunikasi baik telepon atau lewat SMS. Keduanya juga sesekali dugem bersama, menghabiskan malam panjang.

Hingga pada 23 November 2012, Hariyanto disuruh oleh Sherly untuk membeli ganja di sebuah tempat di daerah Jembatan Merah. Hariyanto dibekali uang Rp 300 ribu. Setelah itu mereka berjanji untuk bertemu di Hotel Penthouse, Jakarta Barat.

Lewat tengah malam, Hariyanto sampai di kamar hotel, tiba-tiba langsung ditangkap oleh aparat kepolisian yang sudah berada di dalam kamar tersebut. Secepat kilat, Hariyanto pun digelandang dan langsung merasakan dinginnya sel tahanan Polsek Cempaka Putih. Proses hukum pun berlanjut ke pengadilan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat Hariyanto dengan pasal 114 ayat 1 UU No 32/2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Sidang kali ini mendengarkan keberatan terdakwa atas dakwaan JPU.

"Majelis menolak eksepsi terdakwa," ujar ketua majelis hakim Amin Sutikno dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Rabu (20/2/2013).

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan menghadirkan saksi dan bukti. Hingga saat ini, Sherly tidak diketahui keberadannya dan masih misterius.

"Pas digerebek itu, ceweknya dipisahkan penanganannya dari Hariyanto. Sampai sekarang, kita tidak tahu bagaimana kelanjutan penanganan si cewek itu, makanya kita curiga," kata kuasa hukum Hariyanto, Abraham Amos.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(asp/asp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close