detikcom
Rabu, 20/02/2013 18:49 WIB

Kenalan dengan Perempuan di Diskotik, Hariyanto Meringkuk di Penjara

Rina Friastuti - detikNews
ilustrasi (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Hati-hati kenalan dengan orang asing di dunia gemerlap. Bisa-bisa malah ruwet di kemudian hari. Bahkan bisa-bisa harus meringkuk di penjara.

Hal ini dialami oleh Hariyanto, (21) yang sedang party di sebuah diksotik di Mangga Besar, Jakarta Barat. Sambil mendengarkan dentuman suara musik yang menggelegar, dia pun cuci mata dan jatuh hati dengan Sherly. Singkat kata, keduanya berkenalan dan malam pun berjalan indah.

Usai pertemuan pertama tersebut, keduanya intens komunikasi baik telepon atau lewat SMS. Keduanya juga sesekali dugem bersama, menghabiskan malam panjang.

Hingga pada 23 November 2012, Hariyanto disuruh oleh Sherly untuk membeli ganja di sebuah tempat di daerah Jembatan Merah. Hariyanto dibekali uang Rp 300 ribu. Setelah itu mereka berjanji untuk bertemu di Hotel Penthouse, Jakarta Barat.

Lewat tengah malam, Hariyanto sampai di kamar hotel, tiba-tiba langsung ditangkap oleh aparat kepolisian yang sudah berada di dalam kamar tersebut. Secepat kilat, Hariyanto pun digelandang dan langsung merasakan dinginnya sel tahanan Polsek Cempaka Putih. Proses hukum pun berlanjut ke pengadilan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat Hariyanto dengan pasal 114 ayat 1 UU No 32/2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Sidang kali ini mendengarkan keberatan terdakwa atas dakwaan JPU.

"Majelis menolak eksepsi terdakwa," ujar ketua majelis hakim Amin Sutikno dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Rabu (20/2/2013).

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan menghadirkan saksi dan bukti. Hingga saat ini, Sherly tidak diketahui keberadannya dan masih misterius.

"Pas digerebek itu, ceweknya dipisahkan penanganannya dari Hariyanto. Sampai sekarang, kita tidak tahu bagaimana kelanjutan penanganan si cewek itu, makanya kita curiga," kata kuasa hukum Hariyanto, Abraham Amos.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/asp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%