Detik.com News
Detik.com

Rabu, 20/02/2013 11:33 WIB

Hari ke-128 Jokowi

Jokowi Jenguk Bayi Dara di RS Tarakan

Ahmad Juwari - detikNews
 Jokowi Jenguk Bayi Dara di RS Tarakan
Jakarta - Memasuki siang hari nanti, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berencana menjenguk bayi Dara Nur Anggraini di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Kembaran mendiang bayi Dera ini masih dirawat di inkubator Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

"Nanti, tapi nggak ke sana (ke rumah Dera) mungkin ke rumah sakit. Nanti ke rumah sakit dengan saya," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (20/2/2012).

Jokowi saat ini menggelar public hearing yang membahas seputar proyek Mass Rapid Transit (MRT) pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

Ketika ditanya akan memberi bantuan kepada keluarga Dera dan Dara, Jokowi mengaku belum menyiapkannya.

"Belum ada, nanti, nanti siang," kata Jokowi.

Putri kembar pasangan Eliyas Setya Nugroho dan Lisa lahir melalui operasi caesar pada Minggu 10 Februari pukul 23.30 WIB di RS Zahirah.

Dera yang menderita kelainan pada kerongkongan (atresia esofagus) itu akhirnya meninggal dunia lantaran kamar rumah sakit penuh dan mengalami keterbatasan alat medis. Jokowi telah mengecek kondisi di lapangan. Hasilnya, Dera bukan terbentur KJS melainkan kamar memang penuh.





Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%