detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 15:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 19/02/2013 14:31 WIB

Anggota Parlemen Rusia Usulkan Pembatasan Seks, Sekali Saja Per 3 Bulan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Moskow, - Ada-ada saja! Seorang anggota parlemen Rusia mengusulkan untuk membuat aturan tentang pembatasan seks bagi warga Rusia. Alasannya, warga Rusia selama ini terlalu sering berhubungan seks!

Usulan itu disampaikan Vladimir Zhirirnovsky, pendiri dan pemimpin partai Liberal Democratic Party of Russia tersebut, terkait RUU mengenai larangan merokok di tempat umum.

Menurut wakil ketua DPR Rusia itu, selain pembatasan merokok, rakyat Rusia juga memerlukan pembatasan makan dan hubungan seks. Untuk pembatasan seks bisa dilakukan dengan mengeluarkan semacam izin, kuota atau kupon dan membatasi seks hanya sekali per tiga bulan.

"Kita memerlukan pembatasan makan. Orang-orang kita kebanyakan makan dan terlalu gemuk. Seks juga harus dibatasi menjadi satu kali per kuartal dengan menggunakan semacam izin, kuota atau kupon," kata Zhirirnovsky dalam artikel yang diposting The Moscow News dan dilansir Daily Mail, Selasa (19/2/2013).

"Masyarakat kebanyakan seks, mereka makan, merokok dan minum terlalu banyak dan mati 20 tahun lebih awal. Di mana-mana -- di Eropa, Amerika atau Jepang -- mereka hidup lebih lama," tuturnya menjelaskan alasan pembatasan tersebut.

Zhirinovsky selama ini memang kerap mengeluarkan statemen kontroversial. Dia pernah menjadi bahan pemberitaan ketika muncul di TV saat berada di Amerika Serikat pada tahun 1992. Saat itu dia menyerukan "pelestarian ras kulit putih".

Kemudian pada tahun 2006, politikus senior Rusia itu pernah melontarkan pernyataan tajam tentang Menteri Luar Negeri AS saat itu, Condolezza Rice. Dikatakannya, Rice bersikap kritis atas aksi Rusia terhadap Ukraina dalam konflik gas, dikarenakan dirinya lajang dan kebutuhan wanitanya tak terpenuhi.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%