Selasa, 19/02/2013 14:31 WIB

Anggota Parlemen Rusia Usulkan Pembatasan Seks, Sekali Saja Per 3 Bulan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Moskow, - Ada-ada saja! Seorang anggota parlemen Rusia mengusulkan untuk membuat aturan tentang pembatasan seks bagi warga Rusia. Alasannya, warga Rusia selama ini terlalu sering berhubungan seks!

Usulan itu disampaikan Vladimir Zhirirnovsky, pendiri dan pemimpin partai Liberal Democratic Party of Russia tersebut, terkait RUU mengenai larangan merokok di tempat umum.

Menurut wakil ketua DPR Rusia itu, selain pembatasan merokok, rakyat Rusia juga memerlukan pembatasan makan dan hubungan seks. Untuk pembatasan seks bisa dilakukan dengan mengeluarkan semacam izin, kuota atau kupon dan membatasi seks hanya sekali per tiga bulan.

"Kita memerlukan pembatasan makan. Orang-orang kita kebanyakan makan dan terlalu gemuk. Seks juga harus dibatasi menjadi satu kali per kuartal dengan menggunakan semacam izin, kuota atau kupon," kata Zhirirnovsky dalam artikel yang diposting The Moscow News dan dilansir Daily Mail, Selasa (19/2/2013).

"Masyarakat kebanyakan seks, mereka makan, merokok dan minum terlalu banyak dan mati 20 tahun lebih awal. Di mana-mana -- di Eropa, Amerika atau Jepang -- mereka hidup lebih lama," tuturnya menjelaskan alasan pembatasan tersebut.

Zhirinovsky selama ini memang kerap mengeluarkan statemen kontroversial. Dia pernah menjadi bahan pemberitaan ketika muncul di TV saat berada di Amerika Serikat pada tahun 1992. Saat itu dia menyerukan "pelestarian ras kulit putih".

Kemudian pada tahun 2006, politikus senior Rusia itu pernah melontarkan pernyataan tajam tentang Menteri Luar Negeri AS saat itu, Condolezza Rice. Dikatakannya, Rice bersikap kritis atas aksi Rusia terhadap Ukraina dalam konflik gas, dikarenakan dirinya lajang dan kebutuhan wanitanya tak terpenuhi.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cabut Kewarganegaaraan WNI Pendukung ISIS

Kemenkum HAM mengkaji usulan pencabutan kewarganegaraan bagi WNI yang mendukung ISIS yang kini berganti nama menjadi Daulah Islamiyah (Islamic State/IS). Bila Anda setuju wacana yang dikaji Kemenkum HAM bahwa kewarganegaraan WNI dicabut karena mendukung ISIS, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%