detikcom
Minggu, 17/02/2013 20:54 WIB

Asyik Main Judi, Dua Ibu Rumah Tangga di Lampung Ditangkap Polisi

Adan Bakar - detikNews
Ilustrasi
Lampung - Dua ibu rumah tangga di Lampung Tengah tertangkap sedang asyik main judi memakai kartu remi. Polisi mengamankan barang bukti berupa kartu remi dan uang tunai Rp 148 ribu.

Kasubag Humas Polres Lampung Tengah Ajun Komisaris Indriyanto mengatakan dua ibu rumah tangga itu tertangkap bermain judi bersama dua pria lain di sebuah rumah di Kampung Ngesti Rahayu, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (16/2/2013).

“Keempat tersangka langsung diamankan ke Polres Lampung Tengah,” kata Indriyanto kepada detikcom, Minggu (17/2/2013).

Ibu rumah tangga yang diamankan adalah Nita Octavia (34) dan Asih Budiarti (25). Sedangkan dua pria lain yang juga bermain bersama mereka adalah Agus Widodo (30) dan Ahmad Rocendi (22). Keempatnya merupakan warga Kampung Ngesti Rahayu.

Menurut Indriyanto, keempatnya ditangkap atas laporan masyarakat sekitar yang menyebutkan bahwa ada rumah warga yang kerap dipakai untuk main judi kartu. Setelah polisi menyelidiki, ternyata benar, dan langsung dilakukan penangkapan.

“Polisi memang sedang giat-giatnya melakukan operasi, terutama yang berkaitan dengan kasus yang meresahkan masyarakat, seperti judi. Polisi juga terus melakukan operasi untuk menangkap peredaran nimunam keras, narkoba, premanime, prostitusi, dan pornografi,” kata dia.

Dia menambahkan, banyak pengaduan masyarakat terkait dengan kasus perjudian dan miras. Polisi akan terus menangkap dan menyelidiki supaya bisa menekan kejahatan yang menjadi penyakit masyarakat.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rvk/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
62%
Kontra
38%