Jumat, 15/02/2013 20:32 WIB

Tiga Mobil Tertimpa Tanah Longsor di Karo Sumut

Khairul Ikhwan - detikNews
Mobil longsor (Foto: ist.)
Medan - Tiga mobil dan beberapa sepeda motor tertimpa tanah longsor di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (15/2/2013). Belum diperoleh informasi soal korban dalam kejadian ini.

Longsor itu menimbun badan jalan di KM 59 Jalan Medan – Berastagi, Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Karo. Saat kejadian, sekitar pukul 17.00 WIB, perbukitan yang berada di sebelah kanan dari arah Medan tiba-tiba ambruk.

“Kita belum bisa memastikan ada atau tidaknya korban. Ini masih dalam upaya menuju titik lokasi mobil yang tertimbun itu. Personel dan alat berat sudah berada di lokasi,” kata AKP Radu Sembiring, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Karo, kepada wartawan melalui telepon.

Akibat longsor ini, kendaraan apapun tidak bisa melintas. Kendaraan tertahan di kedua sisi. Antrian akibat kemacetan mencapai beberapa kilometer.

“Saat ini kita tengah upayakan mengatasi situasi,” kata Sembiring.

Hujan deras diduga menjadi pemicu longsoran tersebut. Sejak beberapa hari terakhir hujan terus turun, dan pada hari ini hujan tak berhenti sejak pagi sampai sore.
.
“Memang beberapa hari ini hujan terus turun di Berastagi,” kata Jahtera, salah seorang warga Berastagi.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rul/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%