detikcom
Rabu, 13/02/2013 20:53 WIB

DPRD DKI Keluhkan Aset Pemprov yang 'Hilang'

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - DPRD DKI Jakarta mengeluhkan sejumlah aset Pemerintah Provinsi (pemprov) yang hilang karena kalah di pengadilan. Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah mengatakan Pemda harus mulai menata ulang aset-aset yang dimiliki.

"Aset itu tolong untuk didata lagi, karena aset kita banyak yang hilang. Seperti Portanigra dan Kopilas," kata Ida kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (13/1/2013).

Ida mengatakan hilangnya aset kota karena biro hukum yang lemah. Ida berharap Pemda bisa menambah SDM untuk biro hukum agar tidak kalah lagi jika berhadapan dengan pihak lawan di pengadilan.

"Harapan saya sebagai anggota dewan, jangan ada lagi terjadi kekalahan kalau kita naik ke pengadilan," ucap Ida.

Ida juga meminta agar Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) tidak menyewakan aset kota. Sebab selama ini DPRD menilai BPKD masih lemah terkait pengelolaan aset.

"Anehnya ini per 5 tahun dan baru habis kemarin, eh sudah disewakan lagi untuk 5 tahun ke depan. Berarti ini BPKD tidak serius, sedangkan saya di komisi A selalu bicara terkait dengan lahan RTH yang hanya 6000 m2 adanya di Sunter Jaya di RW 11. Itu tanpa sepengetahuan kita lagi, BPKD sudah bikin kontrak lagi untuk perpanjangan 5 tahun ke depan," ujar Ida.

Ida juga mengkritisi kekalahan Pemrov DKI dalam sengketa Porta Nigra dan Kopilas. Kopilas yang ketahuan konsinyasi, seharusnya Pemda mendapatkan keuntungan sekitar 180 Miliar. Namun anehnya saat pengadilan mencairkan aset tersebut Pemda tidak mengetahuinya.

"Kok bisa pengadilan mencairkan itu tanpa memberitahu kita, biro hukum sampai mana pertanggungjawabannya," katanya.

Untuk Porta Nigra, seperti diketahui Pemprov DKI Jakarta melalui biro hukumnya sempat mengirimkan surat gugatan perlawanan hukum ke Mahkamah Agung (MA) dan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat terkait rencana eksekusi aset pemda seluas 18 hektar di Meruya Selatan, Jakarta Barat pada 2007 lalu. MA memenangkan PT Porta Nigra terkait kasasi sengketa lahan di Meruya. Padahal di lahan tersebut Pemprov DKI telah mendirikan kantor kelurahan, sekolah dan Puskesmas.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(slm/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%