Detik.com News
Detik.com
Rabu, 13/02/2013 12:13 WIB

Mayat Tanpa Identitas di KBT Ujung Menteng Berkepala Botak

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Sesosok mayat ditemukan mengambang di Kanal Banjir Timur (KBT) dini hari tadi. Saat dievakuasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh mayat itu. Korban diduga tewas tenggelam karena tercebur.

"Kemungkinan mayatnya kecebur, karena sekarang di Polsek ada keluarga yang melapor kehilangan anggota keluarganya dari hari Minggu malam," ujar Kanit Reskrim Polsek Cakung, Iptu Bara Libra Sagita kepada wartawan, Rabu (13/2/2013).

Wakapolsek Cakung AKP Supadman mengatakan mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh penjaga pintu air Ujung Menteng. Saat ditemukan, tidak ada identitas melekat di pakaian korban. Supadman juga mengatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada mayat tersebut

"Saat diperiksa tidak ditemukan identitas, berdasarkan ciri-cirinya korban diketahui berjenis kelamin laki-laki, kepala botak dengan tinggi sekitar 162 sentimeter. Diperkirakan mayat tersebut berumur 30 tahun. Ditemukan pertama kali oleh Nano yang sedang mengontrol pintu air kemudian dia langsung melaporkan ke Polsek Cakung," jelas Supadman

"Dibantu warga petugas yang memeriksa tidak menemukan bekas penganiayaan, hingga saat ini jenazah masih berada di RSCM," tandasnya.

Sebelumnya sesosok mayat ditemukan mengambang di lokasi Banjir Kanal Timur (BKT) RT 01/07 Ujung Menteng, Jakarta Timur. Informasi penemuan jenazah itu sekitar pukul 01.30 WIB. Setelah menerima informasi, petugas Polsek Metro Cakung langsung turun ke lokasi. Mayat berhasil diveakuasi warga dibantu polisi sekitar pukul 03.00 WIB dan langsung dibawa ke RSCM.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(edo/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%