detikcom
Selasa, 12/02/2013 20:12 WIB

Banjir di Lereng Merapi, 1 Orang Tewas dan 1 Terluka

Bagus Kurniawan - detikNews
Ilustrasi/dok detikcom
Yogyakarta - Kali Gendol di wilayah Cangkringan Sleman di lereng selatan Gunung Merapi banjir. Satu orang tewas akibat terseret banjir dan satu orang mengalami luka-luka.

Banjir juga mengakibatkan sedikitnya 4 truk dan satu backhoe ikut tertimbun material pasir dan batu di wilayah Dusun Batur, Desa Kepuharjo dan Dusun Singlar, Desa Argomulyo, Cangkringan. Satu dari empat truk tersebut hancur berkeping-keping akibat terseret arus.

Peristiwa itu terjadi Selasa (12/2/2013) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, kawasan puncak dan lereng Merapi bagian selatan dan barat diguyur hujan deras.

"Korban luka-luka bernama Bakti Subagyo (45) warga Gubug, Purwodadi, Grobogan Jawa Tengah," kata Tejo, salah satu relawan Saluran Komunikasi Sosial Bersama (SKSB), Cangkringan, Sleman.

Korban luka dibawa menuju RS Panti Nugroho Pakem. "Untuk korban meninggal dibawa menuju RSU Dr Sardjito dan belum diketahui namanya," katanya.

Korban tewas ditemukan terluka di sekujur tubuh. Pakaian korban sudah terlepas dan tanpa identitas.

Saat terjadi banjir, warga bersama relawan berusaha menyelamatkan sopir truk pasir yang terjebak di tengah Kali Gendol.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bgs/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%