detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 12:28 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 11/02/2013 14:13 WIB

Palu Hakim Diketok, Kelamin Anindya Berubah Jadi Laki-laki

Farhan - detikNews
Hakim Ronald Lumbuun
Jakarta - Setelah melalui persidangan cukup lama, hakim tunggal Dr Ronald Lumbuun mengabulkan permohonan penetapan ganti kelamin Anindya Thalita Putri. Anak usia lima tahun itu kini tak lagi berjenis perempuan, tetapi menjadi laki-laki.

"Mengabulkan permohonan dengan pertimbangan yuridis medis dan agama," kata Ronald dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Kelas 1 B Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (11/02/2013).

Permohonan ini diajukan oleh kedua orang tua Anindya, Achmadi dan Tugini. Hakim Ronald pun mengabulkan penggantian nama bocah itu menjadi Azriel Anindya Putra.

Dalam pertimbangannya, hakim tunggal Ronald menghadirkan dokter yang melakukan operasi kelamin Anindya, Jose Batubara. Hal ini untuk menguatkan keyakinan hakim. Selain itu, PN Cibinong juga sempat mengundang ulama Syaiful Anwar. Syaiful bersaksi bahwa penggantian kelamin dengan alasan nafsu dan duniawi memang diharamkan agama, namun lain halnya jika alasannya medis.

Atas putusan ini, Achmadi tak kuasa menahan tangisnya. Dia mengucapkan terimakasih atas putusan tersebut.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(asp/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close