Senin, 11/02/2013 07:41 WIB

Gara-Gara Telat Masuk, Murid SD Ditendang Guru di Depok

Foto: Ilustrasi
Jakarta - Kekerasan terjadi lagi di dunia pendidikan. Lima murid kelas VI SDN Durenseribu Komplek Arco Sawangan, Depok, mengalami perlakuan kekerasan oleh gurunya bahasa Inggrisnya.

Kejadian terjadi tanggal 12 januari 2013. Guru bahasa inggris, berinisial R saat itu sedang mengajar seperti biasa di kelas VI A. Dengan alasan telat masuk kelas, ada sekitar 5 murid dihukum oleh guru itu. Hukumannya pun tidak main-main, anak-anak yang telat dipaksa scot jump dan ditendang hingga mengalami luka-luka.

"Ada 5 anak yang mengalami perlakuan tersebut. Anak saya 2 orang MMH (12) dan MAH (12). Saya tahunya pulang sekolah, nyampai di rumah kakinya gak bisa jalan. enggak bisa dipegang. Si MMH mengalami luka lebam di betis dan anaknya panas. Mengapa? aku tanya, katanya dihukum," ujar orangtua MMH dan MAH, Fatimah Azzahra kepada detikcom, Minggu (10/2/2013) malam.

Setelah kejadian tersebut, Fatimah sempat melaporkan kepada pihak berwajib. Pihak kepolisian menyuruhnya untuk melakukan visum terhadap anaknya. Namun belum sempat melakukan visum, ada kesepakatan antara komite sekolah, orangtua murid dan sekolah yang intinya bersepakat tidak melanjutkan kasus ini di kepolisian.

"Saya di-SMSkan hasilnya, bahwasannya guru R sudah dipanggil. Akhir tahun ajaran akan dimutasi, untuk sementara kelas VI tidak diajar pak R," ujar Fatimah.

Orangtua murid menginginkan agar R segera dimutasi. Setelah 2 minggu berlalu, guru R ternyata masih mengajar di kelas VI. Fatimah kecewa dan menyayangkan guru tersebut masih mengajar.

"Sabtu berikutnya ngajar lagi, katanya tidak ada guru lagi yang ngajar bahasa Inggris. tapi anak saya malah dicuekin," keluh Fatima.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fdn/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%