detikcom
Sabtu, 09/02/2013 01:31 WIB

Dijadikan Tersangka oleh KPK, Rusli: Ini Pengorbanan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru, - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Riau, Rusli Zainal sebagai tersangka kasus suap PON dan izin kehutanan. Bagi Rusli, ini semua cobaan yang harus dihadapi selaku pemimpin.

"Semua butuh pengorbanan, sebagai seorang politisi saya sudah menyadari resiko ini," kata Rusli dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Sabtu (9/2/2013).

Dia menyebut, sekalipun banyak pihak yang menginginkan dirinya sebagai tersangka, hal itu tidak membuatnya untuk berkecil hati. Dia juga tidak akan menaruh sakit hati pada orang-orang tersebut.

"Sejak saya didesak jadi tersangka saya tidak akan sakit hati, saya tulus dan ikhlas," paparnya.

Diakui Rusli, dirinya terjun ke dunia politik semata-mata ingin membuat perubahan di negeri ini.

"Jadi Gubernur bukan hadiah tapi melalui perjuangan yang berat dan hebat, dan gubernur bukan target hidup saya, tapi keinginan dan berkah dari Allah SAW," ujarnya.

"Ada yang mengatakan karier politik saya habis dan hancur, satu hal pemimpin sejati tidak lahir dengan mudah tapi melalui terjangan ombak dan badai, insya allah semua akan kembali tenang," bebernya.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(cha/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%