Detik.com News
Detik.com

Kamis, 07/02/2013 21:02 WIB

Pengantin Baru Dicabuli Saat Beli Sabun di Warung

Firman Ibrahim - detikNews
Pengantin Baru Dicabuli Saat Beli Sabun di Warung Pelaku pencabulan diamankan polisi (Foto: firman ibrahim/detikcom)
Bone - Seorang pengantin baru berinisial SW nyaris diperkosa saat membeli sabun cuci di Bone, Sulawesi Selatan. Untungnya, perempuan berusia 20 tahun itu berhasil melarikan diri. Kasus ini kini ditangani polisi.

Korban membeli sabun cuci ke warung seberang rumahnya, Tanete Riattang, Bone, Sulsel, Kamis (7/2/2013) malam. Kedatangan korban rupanya memunculkan niat buruk pelaku, AS (27). Pelaku tak langsung memberi sabun cuci, tapi meminta tolong korban untuk memperbaiki kompor. Di dapur, korban yang mengenakan daster itu dipeluk dari belakang.

"Dia (pelaku) bilang istrinya jelek dan bosan," ungkap korban.

Korban berusaha melepaskan diri, tapi tindakan pelaku malah lebih berani. Beruntung, saat itu, seorang pembeli datang. Korban melarikan diri dari cengkeraman pelaku.

Sesampai di rumah, korban menceritakan upaya pencabulan itu ke suaminya. Suaminya mendatangi rumah pelaku. Karena pelaku tak menggubris, pasangan suami istri yang baru sebulan menikah itu melapor ke polisi.

Tak berapa lama, polisi mengamankan pelaku. Pada saat bersamaan, keluarga korban mendatangi rumah pelaku dan siap mengamuk. Untuk menghindari aksi anarkis, pelaku digiring ke kantor polisi.

"Kami belum bisa memastikan perbuatan pelaku. Namun jelasnya pelaku sudah kami amankan," kata Kepala Sentra Pelayanan Keamanan (KSPK) Polsek Tanete Riattang, Aiptu Ridwan, ditemui di ruang kerjanya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(try/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%