detikcom

Kamis, 07/02/2013 13:43 WIB

Gantikan Hillary, Kerry Berjanji Akan Bekerja Untuk Perdamaian

Rita Uli Hutapea - detikNews
John Kerry (AFP)
Washington, - John Kerry diambil sumpahnya sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat. Menggantikan Hillary Clinton, Kerry berjanji akan bekerja untuk perdamaian. Namun dia juga bertekad akan melakukan apapun yang diperlukan untuk melawan ekstremisme, terorisme dan kejahatan.

"Saya bangga mendapat pekerjaan ini karena saya ingin bekerja untuk perdamaian dan karena nilai-nilai dan cita-cita negara kita benar-benar mewakili kemungkinan terbaik dari kehidupan di dunia," kata Kerry dalam pidatonya usai pengambilan sumpah di depan publik pada Rabu, 6 Februari waktu setempat seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (7/2/2013).

"Namun meski pilihan saya adalah resolusi damai untuk konflik, perjalanan hidup mengajarkan saya bahwa ketika semua cara telah digunakan, kita harus siap membela tujuan kita dan melakukan apapun yang diperlukan untuk melawan ekstremisme, terorisme, kekacauan dan kejahatan," tandas Kerry.

Dalam pidatonya itu, Kerry juga mengingatkan bahwa AS akan terus memegang peran kepemimpinan global.

"Ini bukan waktu bagi Amerika untuk mundur. Ini waktu bagi kita untuk terus memimpin," tegasnya.

Sebelumnya, Kerry juga telah diambil sumpah sebagai Menlu dalam seremoni tertutup di Capitol Hill pekan lalu. Atau dua jam setelah Hillary Clinton resmi meletakkan jabatannya.


Banjir mengepung Ibukota Jakarta. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ita/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%