Detik.com News
Detik.com
Rabu, 06/02/2013 11:32 WIB

Polwan Cantik Briptu Eka di HI Mencuri Perhatian Buruh

Rina Atriana - detikNews
Polwan Cantik Briptu Eka di HI Mencuri Perhatian Buruh Dok. Wolipop
Jakarta - Tak ada yang menyangkal kecantikan Briptu Eka Frestya. Alhasil ketika polwan cantik itu lewat, perhatian buruh yang berdemo di Bundaran HI pun teralih.

Briptu Eka melintas sekitar pukul 10.45 WIB, Rabu (6/2/2013). Polwan berambut pendek itu keluar dari pos polisi yang terletak di samping Wisma Nusantara, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Briptu Eka yang biasa tampil di TV itu kemudian menyeberang ke arah Bundaran HI. Saat melintas, mata para buruh pun kontan tertuju kepadanya.

"Itu kan yang suka ada di TV, cantik ya aslinya," kata salah seorang buruh berbaju hitam sambil memperhatikan Briptu Eka berjalan.

Beberapa buruh lainnya mengeluarkan HP-nya untuk memfoto Briptu Eka. Namun karena jaraknya cukup jauh, foto yang dihasilkan kurang jelas.

Briptu Eka kemudian berbicara sebentar dengan seorang petugas polisi yang sedang berjaga di Bundaran HI. Setelah berbincang sejenak, Briptu Eka berjalan ke arah Hotel Grand Hyatt. Diperkirakan dia bersiap-siap untuk laporan lalu lintas secara live.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nal/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%