Detik.com News
Detik.com

Selasa, 05/02/2013 04:45 WIB

Suap Impor Daging, Pengacara Pastikan Maharani Jumpa Pers Selasa Malam Ini

Rina Atriana - detikNews
Suap Impor Daging, Pengacara Pastikan Maharani Jumpa Pers Selasa Malam Ini
Jakarta - Pengacara Maharani Suciyono, Wisnu Wardhana, memastikan kliennya akan memberikan keterangan kepada wartawan terkait penangkapan dirinya saat KPK menggelar operasi tangkap tangan terkait suap impor daging, Selasa (5/2/2013) malam ini.

Sebelumnya, konferensi pers dijadwalkan digelar Senin (4/2/2013) malam di Hotel Nalendra, Jalan Kebon Nanas, Jaktim. Rencananya, Rani yang ditemani ayah dan ibunya akan menemui wartawan pada pukul 20.00 WIB. Rencana itu mendadak dibatalkan.

"Mereka mengatakan belum siap berhadapan wartawan, baik Rani dan keluarganya," terang Wisnu.

Bahkan, Ibunda Rani dikabarkan pingsan saat berada di Hotel Nalendra. "Untuk sekarang ditunda, jadi tidak hari ini. Nanti akan diinformasikan jumpa pers selanjutnya," kata Wisnu.

Wisnu memastikan, pihak keluarga dipastikan siap untuk mendampingi Maharani dalam jumpa pers nanti. "Oleh karena keadaan yang sudah larut dan kawan-kawan media sedikit banyak sudah pulang, maka konferensi pers kita tunda dan diadakan Selasa malam ini di tempat yang sama," ujar Wisnu dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Selasa (5/2/2013).

Peristiwa berawal dari penangkapan terhadap empat orang di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (29/1) malam. Mereka yang ditangkap adalah Ahmad, Arya Effendi, Juard Effendi, dan seorang wanita bernama Maharani. KPK mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 1 milliar.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ahy/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%