Detik.com News
Detik.com

Selasa, 05/02/2013 02:40 WIB

Banjir Kepung Bekasi, Warga Menolak Evakuasi dan Pilih Bertahan di Rumah

Rina Atriana - detikNews
Banjir Kepung Bekasi, Warga Menolak Evakuasi dan Pilih Bertahan di Rumah foto: Ilustrasi
Jakarta - Banjir melanda beberapa titik di Kota Bekasi, akibat luapan Sungai Bekasi dan Cikeas. Meski banjir merendam beberapa rumah di beberapa lokasi, sebagian warga memilih bertahan dan menolak evakuasi.

"Banyak warga yang tidak mau dievakuasi, mengingat barang-barang yang mereka selamatkan di lantai dua," kata Ketua Forum Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kota Bekasi, Engkus Kustara, saat dihubungi detikcom, Selasa (5/2/2013) dini hari.

Menurutnya, beberapa kali petugasnya mengimbau warga yang rumahnya terendam banjir untuk mengungsi dengan perahu karet yang disediakan petugas. Namun, bujukan untuk mengungsi tersebut tidak diindakan warga.

"Kami imbau warga untuk mau dievakuasi di tempat-tempat yang sudah disediakan pihak-pihak terkait," imbaunya.

Selain itu, saat in telah turun aparat gabungan TNI/Polri guna membantu pengamanan dan proses evakuasi warga yang dilanda banjir. Untuk wilayah Pondok Gede Permai petugas menerjunkan 8 unit perahu karet mengingar air merendam kawasan ini setinggi 3 meter.

Sementara di Villa Jati Rasa yang mengalami banjir setinggi 2 meter, petugas menerjunkan 4 unit perahu karet.

Meski banyak warga yang memilih bertahan di kediamannya, Engkus mengimbau warga tetap tenang dan tidak panik.

"Apabila memerlukan bantuan silakan tinggal beri tanda karena personel sudah mobile dengan menggunakan perahu masing-masing," ujarnya.

Untuk warga yang telah mengamankan barang-barangnya di tempat aman, dia meminta pemilik barang untuk tidak meninggalkan begitu saja barang-barang yang dievakuasi.

"Jangan mengandalkan petugas, warga harus lebih waspada," tegasnya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%
MustRead close