detikcom

Minggu, 03/02/2013 11:04 WIB

Mendikbud: Akan Ada Materi Anti Narkoba di Kurikulum SD Hingga PT

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Semarang - Melihat seriusnya permasalahan narkoba di Indonesia, Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memasukkan materi anti narkoba dalam kurikulum 2013, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi. Diharapkan penggunaan narkoba di dunia pendidikan bisa dicegah.

Mendikbud, M Nuh mengatakan, kurikulum tersebut akan masuk dalam ekstrakulikuler. Pihaknya juga akan meminta bantuan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menjalankan kurikulum anti narkoba.

"Jadi dalam ekstrakulikuler akan kita tekankan betul mengenai pendidikan anti narkoba. Tentu nanti di dalam kulikuler juga disinggung, tapi lebih ke ekstrakulikuler," kata M Nuh di bandara Ahmad Yani Semarang, Minggu (3/2/2013).

Kerjasama dengan BNN, lanjut M Nuh, merupakan salah satu dari tiga hal yang disiapkan dalam pelaksanaan kurikulum anti narkoba. Sementara dua lainnya adalah konten kurikulum dan praktik di lapangan.

"Kerja sama dengan BNN karena mereka yang punya ilmu dan jaringan tentang anti narkoba. Konten ini tidak bisa hanya dihafal, tetapi harus dipraktikan seperti apa sih lapangannya," tandas mantan Rektor Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya itu.

"Konten sudah dirapikan, sudah lama itu. Dengan kendaraan kurikulum baru ini kita perkuat lah," imbuhnya.

Dalam praktik kurikulum anti narkoba, nantinya para siswa atau mahasiwa akan diajak ke tempat dimana bisa menunjukkan dampak buruk narkoba. Ada juga testimoni dari bekas pemakai narkoba.

"Kita datangkan orang-orang yang sudah tobat. Ada testimoni dari orang yang terkena dampak narkoba," ujarnya.

Kurikulum anti narkoba akan efektif diberlakukan mulai bulan Juli 2013. "Tapi kan enggak bisa nunggu sampai Juli, sekarang pun kita kerahkan," tutup M Nuh.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(alg/try)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%