detikcom
Sabtu, 26/01/2013 15:24 WIB

Dijual! Smartphone NasDem dengan Wallpaper Surya Paloh

Ahmad Toriq - detikNews
Smartphone NasDem (Toriq/ detikcom)
Jakarta - Umumnya sebuah hajatan parpol, Kongres Partai NasDem juga diwarnai penjualan pernak-pernik partai seperti kaos dan jam. Tapi tunggu dulu, sepertinya ada yang unik dalam kongres perdana partai ini.

Di salah satu booth di kongres itu, ada penjualan handphone NasDem. Jika Anda berpikir handphone yang dimaksud cuma hiasan belaka maka Anda salah.

Iklan handphone itu terpampang dalam banner yang ada di depan booth. Dalam banner itu, tergambar tampilan yang mirip tampilan window phone 8 dengan wajah dan dihiasi wajah Surya Paloh.

Handphone yang dinamai NasDem Phone itu menggunakan layar sentuh, tak ada tombol fisik. Warna bodinya putih dan hitam. Saat detikcom bertanya kepada penjaga booth, ternyata handphone tersebut dijual.

Ada dua jenis handphone yang dijual. Satu handphone dinamai NasDem ND950 berlayar lebih besar dan tanpa tombol fisik. ND950 dijual dengan harga normal Rp 2,5 juta dan harga promo untuk 1.000 pembeli pertama Rp 1.999.000.

Sedangkan hape kedua yang dilabeli NasDem ND930 memiliki layar lebih kecil dan dilengkapi tiga tombol fisik. ND930 dijual dengan harga normal Rp 1,5 juta dan harga promo Rp 999.000. Kedua hape ini menggunakan OS Android.

Dari wawancara dengan penjaga booth bernama Yeni, terungkap bahwa hp-hp ini adalah buatan China. "Iya ini hp China," ujar Yeni di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (26/1/2013).

Yeni mengatakan fitur utama dari hape ini adalah aplikasi NasDem. Di aplikasi ini terdapat data kader, jadwal, berita, dan instruksi dari NasDem.

"Fitur utamanya adalah NasDem Messenger. Dengan fitur sesama kader NasDem bisa chatting, termasuk dengan Surya Paloh," papar Yeni.

Namun handphone ini ternyata belum dijual. Booth yang ada di arena kongres adalah untuk mereka yang mau pre order. "Penjualan baru dua bulan lagi," tutur Yeni.

Berminat membeli?

(trq/gah)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel