detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 13:00 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 21/01/2013 07:57 WIB

Mengejutkan! HT dan Tokoh Penting akan Mundur dari NasDem

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Surya Paloh dan HT (foto: detikcom)
Jakarta - Partai Nasional Demokrat (NasDem) menjadi satu-satunya partai politik baru yang masuk menjadi kontestan Pemilu 2014. Namun, konflik internal di partai ini semakin runcing, gara-gara perbedaan sikap mengenai Surya Paloh yang ngotot ingin menjadi ketua umum. Hary Tanoesordibyo (HT) beserta beberapa tokoh penting akan mundur.

Mundurnya HT dan beberapa tokoh penting yang mengawal pendirian parpol ini diduga akan membawa pengaruh besar untuk perkembangan NasDem dalam Pemilu 2014 nanri. Jika konflik ini tidak ditangani dengan baik dan bertambah runyam, bisa jadi NasDem ibarat layu sebelum berkembang.

Isu mundurnya HT dan beberapa tokoh penting sudah mencuat sejak Sabtu (19/1/2013) lalu. Namun, isu ini menguat dan memperlihatkan titik terang pada Minggu (20/1/2013) kemarin. Sumber-sumber detikcom di internal NasDem membenarkan mundurnya HT dan sejumlah tokoh penting. Namun, sumber-sumber itu tidak berkenan untuk dipublikasikan. Sejumlah pengurus Partai NasDem maupun ormas NasDem juga belum mau berkomentar resmi.

HT dan beberapa pengurus NasDem akan mengumumkan pengunduran dirinya pukul 15.00 WIB hari ini, Senin (21/1/2013) di sebuah tempat di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. "Sebelum mundur, HT akan menyampaikan surat pengunduran resmi ke Surya Paloh. Surat sudah dibuat dan diteken HT," ujar sebuah sumber.

Mengapa HT sampai memutuskan mundur? Informasi yang beredar negosiasi antara HT dan Surya Paloh mentok. Dari awal, HT, yang menjabat sebagai ketua dewan pakar DPP NasDem menolak Surya Paloh untuk menjadi ketua umum. HT ingin para politisi muda yang telah membangun NasDem dari awal hingga lolos verifikasi yang tetap memegang pucuk pimpinan NasDem.

"Tapi, HT akhirnya mengalah dan setuju Surya Paloh menjadi ketua umum, namun beberapa jabatan kunci tidak diubah. Tapi, Surya Paloh tetap bersikeras tidak mau," kata sumber tersebut.

Pengunduran diri beberapa tokoh NasDem akan berlangsung bertahap. "Yang saya dengar, yang akan menyatakan mundur hari ini secara resmi adalah HT bersama Sekjen DPP NasDem Ahmad Rofiq. Setelah itu, itu akan diikuti beberapa politisi muda di DPP maupun di daerah-daerah," kata dia.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari HT maupun Rofiq mengenai rencana pengunduran diri ini. Tapi, apakah keduanya benar-benar sudah bulat akan mundur? Sudah tidak ada negosiasikah antara HT dan Rofiq dengan Surya Paloh?

"Sepertinya keduanya sudah bulat. Tidak ada negosiasi lagi. Kami sebenarnya sangat menyesalkan hal ini. HT dan Rofiq merupakan aset besar yang seharusnya dijaga Surya Paloh," kata pengurus inti NasDem ini yang mengaku belum memutuskan apakah akan ikut mundur atau tidak.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(van/asy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%