Senin, 21/01/2013 03:53 WIB

Jalan Lingkar Selatan Yogya Amblas 15 Meter, Pengendara Sepeda Tewas

Muhammad Afifi - detikNews
Bantul, - Jalan Lingkar Selatan Yogyakarta amblas dengan kedalaman sekitar 15 meter, Minggu (20/01/2013). Diduga, amblasnya jalan ini akibat tergerus arus sungai yang melintas tepat di bawah ruas jalan. Seorang pengendara sepeda onthel meninggal setelah terjerembab ke dalam lobang yang menganga.

Jalan Lingkar Selatan yang amblas berada di desa Singosaren kecamatan Banguntapan Bantul, tepatnya di sisi timur Terminal Umbulharjo. Sebuah lubang tampak menganga tepat di jalur lambat dari sisi timur hingga membuat jalan tak bisa di lalui.

Diduga, amblasnya jalan yang melingkari kota Yogyakarta ini akibat hujan deras dan banjir yang terjadi beberapa hari belakangan ini hingga mengakibatkan tanah di atas gorong-gorong labil.

"Taludnya itu sebenarnya sedang akan perbaiki, tapi belum sempat dikerjakan sudah ambrol. Semalam itu kan hujannya deras dan banjir juga, jadi mengikis taludnya itu", kata Prapto warga desa setempat.

Sekilas, dari lobang jalan yang berdiameter sekitar 5 meter tampak air sungai mengalir tepat di bawah ruas jalan. Reruntuan bongkahan aspal berserakan dan talud jalan yang ada disisi timur ambrol hingga menghambat aliran air.

Akibat amblasnya jalan di jalur lambat, seorang pengendara sepeda onthel yang tengah melintas terperosok dan meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit. Namun karena tidak didapati kartu ataupun identitas lain, polisi belum dapat mengidentifikasi korban.

"Kejadiannya sekitar pukul 06.00 WIB dengan korban seorang laki-laki berumur sekitar 70 tahun, berbaju koko warna biru muda dengan celana warna gelap. Kita hanya mengamankan sepeda onta (jawa) dengan ciri ban depan warna hitam dan belakang warna putih", kata Bripka Lilik, anggota Pospol Ketandan Bantuntapan.

Polisi menduga, pengendara sepeda onthel ini meninggal karena kepalanya terbentur aspal saat terjerembab ke dalam lobang jalan. Saat ini korban dititipkan di Rumahsakit Wirosaban Yogyakarta.

"Itu terjunnya kan lumayan dalam. Jadi karena faktor usia, luka dikepala itu mungkin yang menjadi penyebabnya. Kita berharap keluarga yang merasa kehilangan keluarga segera menghubungi polisi atau pihak rumah sakit", pungkas Lilik.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fjr/jor)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%