detikcom
Selasa, 15/01/2013 23:34 WIB

Lokasi Penyulingan Minyak Ilegal di Langkat Terbakar, 2 Orang Terluka

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Aktivitas penyulingan minyak secara liar di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) kembali terbakar, Selasa (15/1/2013) malam. Kebakaran lokasi penyulingan itu menyebabkan dua orang menderita luka bakar hebat.

Lokasi penyulingan minyak yang terbakar itu berada di Dusun Getek, Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat. Kapolsek Tanjung Pura, AKP Abdul Manan menyatakan, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.

"Ada dua korban dalam kejadian ini, dan keduanya sudah berada di rumah sakit. Salah satunya dalam keadaan tidak sadarkan diri," kata Abdul Manan kepada wartawan dari lokasi kejadian, Selasa malam.

Disebutkan Manan, semula kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura. Belakangan salah seorang korban dibawa ke rumah sakit di Medan untuk pengobatan lebih lanjut karena luka bakarnya demikian hebat.

“Kondisi luka bakar hingga 80 persen, makanya dibawa ke Medan,” kata Manan.

Terkait penyebab kebakaran, Abdul Manan menyatakan belum dapat memberikan keterangan pasti apa penyebabnya. Pihaknya masih mengumpulkan keterangan dan melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Pemilik lokasi penyulingan minyak ini masih belum ditemukan.

Dalam kejadian sebelumnya, sumur minyak ilegal yang terbakar di Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang, 14 Desember 2012 lalu. Dalam kejadian ini tujuh orang menderita luka bakar, dan belakangan dua di antaranya meninggal dunia.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(rul/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
53%
Kontra
47%