Senin, 14/01/2013 15:08 WIB
Habibie Afsyah, Bergelut dengan Kelumpuhan Genetik Jadi Pakar Internet Marketer
Habibie sekilas tampak lunglai di kursi rodanya. Namun saat berbincang dengannya, ada semangat yang berbanding terbalik 180 derajat dari kondisi fisiknya. Ditemui detikcom dan wartawan lainnya usai memberikan pelatihan komputer 'Teknologi untuk disabilitas', di Sasana Bina Daksa Budi Bhakti Pondok Bambu, Jalan Bambu Kuning I, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (14/1/2013), Habibie membagikan kisah, semangat dan mimpi-mimpinya.
Dia mengisahkan disabilitasnya diketahui saat anak kedelapan sekaligus bungsu dari pasangan H Nasori Sugianto dan Hj Endang Setyati ini berusia 9 bulan. Saat itu ibunda Habibie merasakan kelainan karena perkembangannya tidak seperti bayi-bayi yang lain. Padahal, Habibie dilahirkan normal di Jakarta, 6 Januari 1988.
Kedua orang tuanya lantas mencari penyebab kelainan itu. Ternyata dari hasil pemeriksaan medis, ternyata dia menderita Muscular Dytrophy Tipe Becker, semacam mutasi spontan di gen systropin pada kromosom XP 21. Secara awam penyakit ini secara perlahan membuat otot-otot menjadi semakin lemah dan fisik menjadi tak berdaya. Ia bahkan divonis oleh dokter akan meninggal pada usia 24 tahun.
"Waktu saya kecil, saya hanya bisa menangis. Setelah itu saya masuk TK YPAC, lalu dipindahkan ke TK LAB Setiabudi. Dan sempat beberapa kali pindah sekolah saat SD. Banyak teman-teman yang mengolokku. Namun saya berhasil lulus dari SMA Yayasan Sunda Kelapa, pada tahun 2006," tutur Habibie yang mengenakan celana putih dan kaus putih bergaris merah ini.
Nah selepas SMA, Habibie bingung hendak melanjutkan ke mana. Dia mencari minat dan bakatnya untuk bergiat mengisi hari-harinya. Tak tanggung-tanggung, masa pencarian itu butuh waktu 2 tahun.
"Saya butuh waktu 2 tahun untuk bisa menyadari passion saya. Selama itu, saya hanya menghabiskan waktu dengan bermain game. Akibatnya biaya internet di rumah saya melonjak hingga Rp 1,3 juta per bulan," tutur dia.
Ibunya lantas melihat ketertarikan Habibie yang sangat besar di bidang internet. Habibie lalu didaftarkan ibunya ke pelatihan internet marketing dengan biaya Rp 5 juta selama 2 hari.
"Tapi saya tidak mengerti apa-apa. Selanjutnya ibu saya masih mengikutkan saya dalam kelas advance, walaupun harus menjual mobil untuk membiayai kursus itu sebesar Rp 15 juta. Namun, selepas kursus itu, saya merasa membuang-buang uang. Karena saya belum memahami betul pelatihan itu," kata Habibie dengan nada lirih.
Kemudian, kakak Habibie yang juga seorang fotografer mengajari Habibie program rekayasa foto Photoshop agar bisa berkolaborasi dengan kakaknya. Tak juga Habibie menguasai setelah belajar beberapa waktu.
"Saat itu, saya masih kesulitan karena Photoshop masih menggunakan dua tangan dalam pengerjaaannya. Setelah itu saya kemudian mempelajari ulang hasil pelatihan (internet marketing) yang dulu saya ikuti dan mengembangkan bisnis pemasaran dengan membuat website," imbuhnya.
Dia langsung membuat situs www.rumah101.com, situs untuk penjualan rumah. Awalnya, situs ini gratis agar menarik orang-orang untuk beriklan menjual rumah di situsnya. Kini, bila ingin memasang iklan, setiap orang harus membayar Rp 100 ribu. Dia juga menjadi agen situs jual beli internasional amazon.com, membantu orang-orang yang ingin menjual dan membeli barang dari situs itu. Dari situ akhirnya Habibie bisa memiliki penghasilan sendiri.
"Saat ini, saya sedang selain menjadi internet marketer, juga memiliki organisasi sendiri yaitu Indonesia Disable Care Community untuk para penyandang disabilitas, agar mampu membantu menemukan atau mengembangkan kemampuan yang dimiliki," tuturnya.
Dia juga menyatakan prihatin atas penyandang disabilitas yang mengeksploitasi disabilitasnya, seperti meminta-minta di pinggir jalan.
"Orang-orang seperti mereka mungkin belum menemukan, kemampuan mereka atau kelebihan mereka sehingga masih harus mencari uang dengan cara seperti itu. Tetapi, melalui organisasi yang saya buat, kami telah membmina beberapa penyandang disabilitas sehingga menemukan passionnya," tuturnya.
Per-1 Juni, PT.KAI Commuter Jabodetabek berlakukan tarif progresif. Selengkapnya di "Reportase Malam", pukul 02.52 WIB, hanya di Trans TV.
(nwk/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Hasil UN SMA, 99,48 % Siswa di Indonesia Mulus Lulus
18,376 share this. -
Mendikbud Harap Pelajar yang Lulus UN Tak Coret Seragam
994 share this. -
Alat Pemantau Gempa di Gunung Dicuri, Keselamatan Masyarakat Terancam
815 share this. -
Tragis! Bocah 7 Tahun Tewas Tertimpa Tubuh Pria yang Loncat Bunuh Diri
691 share this. -
Istri Fathanah Sefti Kini Banjir Job Main FTV
659 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Tokoh Terbaru
Indeks Tokoh ยป
-
Senin, 20/05/2013 15:21 WIB
Mikhail Kouritsyn dan Nasi Goreng
-
Senin, 20/05/2013 11:41 WIB
Yusianto, Pencicip Kopi Bersertifikat Internasional Pertama di Indonesia
-
Jumat, 03/05/2013 15:39 WIB
Markamah, Ibu Guru yang Tak Lelah Berjuang di Sekolah Marjinal
-
Kamis, 02/05/2013 13:02 WIB
Ustad Soenman, Stand Up Comedian Kocak dari PKS
-
Kamis, 02/05/2013 11:05 WIB
Beteguh, Guru Belia di Hutan Belantara dan Mimpi-mimpi Besarnya
-
Kamis, 23/05/2013 22:07 WIB
Digosipkan Terima Uang Fathanah, Elsya Sangat Terpukul
-
Kamis, 23/05/2013 22:39 WIB
Dana Rp 2 M Ditransfer ke Rekening Fathanah Atas Permintaan Walikota Makassar
-
Kamis, 23/05/2013 20:54 WIB
Tidak Terima Uang Rp 2 M, Apa Hubungan Elsya dan Fathanah?
-
Kamis, 23/05/2013 22:12 WIB
Kak Seto: Karena Usianya, Darin Mumtazah Harus Diperlakukan Khusus
-
Kamis, 23/05/2013 23:15 WIB
Elsya dan Orangtuanya Kaget Saat Diperiksa KPK Terkait Kasus Fathanah
-
Kamis, 23/05/2013 22:47 WIB
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan & Percakapan Telepon Dada Rosada
-
Kamis, 23/05/2013 20:44 WIB
Usai Tabrak 3 Mobil dan 5 Motor, Perampok Nissan Serena Ini Ditangkap
-
Kamis, 23/05/2013 19:41 WIB
Tidak Terima Uang, Elsya Malah Kirim Rp 2 M ke Fathanah
-
579 Komentar
-
363 Komentar
-
229 Komentar
-
217 Komentar
-
216 Komentar
-
211 Komentar
-
195 Komentar
-
162 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 17:04 WIB
Hasil UN SMA, 99,48 % Siswa di Indonesia Mulus Lulus
-
Kamis, 23/05/2013 16:54 WIB
Satpam yang Sebut Darin Panggil Luthfi 'Papa' Diancam Orang Tak Dikenal
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
