Senin, 14/01/2013 01:15 WIB

Panther Tabrak Motor di Tanjung Pinang, 1 Tewas

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Tanjungpinang, - Kecelakaan terjadi di Jl Suka Berenang, Tanjung Pinang, Kepri. Mobil Isuzu Panther menabrak sejumlah motor yang menyebankan satu orang tewas.

Informasi yang dihimpun detikcom, Minggu (13/1/2013), peristiwa itu terjadi pukul 21.00 WIB. Seorang saksi mata mengatakan mobil Panther bernopol BP 1084 PG tersebut melaju kencang dan tak terkendali sehingga menabrak pengendara sepeda motor yang ada di depannya. Panther itu juga menabrak tiga sepeda motor dari arah berlawanan.

"Satu orang yang ditabrak itu tewas ditempat. Korban tewas ini sempat terseret beberapa meter," kata Adji Sura saksi mata kepada detikcom, Senin (14/1/2013).

Setelah menabarak pengguna sepeda motor, mobil tersebut masih menabrak warung di tepi jalan tersebut. Setelah menabrak warung, barulah mobil tersebut berhenti.

Kejadian ini sempat membuat warga sekitar histeris. Mereka lantas memberikan pertolongan kepada para korban.

Sedangkan sopir mobil, saat turun dari kendaraannya, langsung dihujani pukulan oleh warga. Namun nyawa sopir ini masih terselamatkan, karena ada tokoh masyarakat yang langsung membawanya ke kantor polisi.

Kini para korban telah dibawa ke RSUD dan sebagian lagi di RS TNI AL. Diduga kuat, sopir Panther ini dalam keadaan mabuk.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(cha/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
31%
Kontra
69%