Detik.com News
Detik.com
Minggu, 13/01/2013 11:23 WIB

Kenapa Farhat Abbas Jual Kegantengan untuk Maju Pilpres?

Ferdinan - detikNews
Kenapa Farhat Abbas Jual Kegantengan untuk Maju Pilpres? Foto: Akun twitter Farhat
Jakarta - Setelah Rhoma Irama, bursa bakal calon presiden kini juga diisi Farhat Abbas. Pria yang berprofesi sebagai advokat ini rupanya serius untuk maju di Pemilu Presiden 2014.

Keseriusan Farhat maju sebagai capres mulai didengungkan melalui akun twitter miliknya @farhatabbaslaw sejak dua pekan lalu. Di jejaring media sosial ini Farhat mengumbar niatnya untuk menjadi presiden yang akan menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada 7 Januari 2013, Farhat mengunggah foto pribadinya dengan tulisan 'Photo farhat abbas Capres muda terganteng sepanjang sejarah pemilihan Presiden RI, dukung Farhat Abbas Pilpres Indonesia'.

"Iya saya yang bikin itu," kata Farhat saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (13/1/2013).

Farhat mengakui dirinya sengaja 'menjual' ketampanan wajahnya agar makin dikenal masyarakat luas. "Biar orang ingat saya," tutur dia. Dengan bangga Farhat menyebut banyak orang yang mengakui ketampanannya.

"Mereka ingat banyak yang bilang suami Nia Daniati ganteng. Di Jabar saya dipanggil kasep (ganteng) kok, yang bahaya itu ngaku ganteng padahal jelek," ujar Farhat sambil tertawa di ujung telepon.

Tapi pria kelahiran Tembilahan, Riau, ini menegaskan ketampanan bukan jadi modal utamanya. "Saya ini lawyer yang berhasil menyelamatkan 4 terpidana dari eksekusi mati, jadi bukan hanya modal ganteng saja," ujarnya.

Untuk tahap awal Farhat akan menyosialisasikan dirinya melalui baliho yang akan ditempatkan di jalan-jalan protokol. "Nanti akan dipasang di daerah-daerah, Bandung, Jateng, Jatim. Tim daerah lagi dibentuk, nanti akan disiapkan semua," kata Farhat yang mengusung slogan 'Aku Indonesia' dan 'Majukan Seni Budaya Bangsa'.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%