detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 08:02 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 12/01/2013 17:47 WIB

Wow! Badai Pasir di Australia Tampak Seperti Gelombang Tsunami

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Brett Martin/Getty Images
Perth - Sebuah pemandangan mencengangkan terlihat di wilayah pantai barat Australia. Badai yang membawa kumpulan debu kering tampak menyerupai gelombang tsunami yang sangat tinggi di laut.

Pemandangan ini berhasil diabadikan oleh seorang pekerja kapal tongkang, Brett Martin. Menurutnya, badai tersebut terlihat di lokasi 40 kilometer dari wilayah pantai di kota Onslow, Perth, Western Australia.

Foto yang diambil oleh Martin memang terlihat sangat dramatis. Badai yang membawa debu dan pasir tersebut berwarna merah kecokelatan. Badai tersebut menyatu dengan awan di atasnya, yang menyerupai ombak. Jika dilihat dengan seksama memang sangat menyerupai ombak atau gelombang raksasa di laut yang sangat amat tinggi.

Demikian seperti dilansir mirror.co.uk, Sabtu (12/1/2013).

Jenis badai semacam ini memang tergolong jarang terjadi. Menurut sejumlah ahli, badai ini bisa terlihat demikian karena angin yang sangat kencang mampu membawa pasir dan debu yang ada di wilayah-wilayah yang kering. Ketika partikel-partikel tersebut menjadi lebih kecil di udara, maka akan tertahan di udara dan terbawa angin.

Menurut ahli cuaca John Relf kepada The Australian, pasir dan debu ini terbawa oleh angin topan Narelle yang masuk dalam badai level 4. Badai ini memaksa sejumlah pabrik bijih besi dan pabrik minyak berhenti beroperasi.

Di belahan lain di Australia, asap tebal sisa kebakaran massal masih menyelubungi rumah warga di Pulau Bribie, dekat pantai Queensland. Cuaca ekstrem dan gelombang panas terparah dalam beberapa tahun terakhir melanda Australia dan memicu kebakaran besar. Banyak warga mengungsi akibat kebakaran ini. Meskipun kini telah mereda, namun sejumlah warga masih trauma dan takut kembali ke rumah masing-masing.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(nvc/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%