Lagi, 3 Tentara AS Dihukum karena Terlibat Skandal Seks Kolombia

Lagi, 3 Tentara AS Dihukum karena Terlibat Skandal Seks Kolombia

- detikNews
Sabtu, 12 Jan 2013 13:01 WIB
Washington - Tiga anggota militer Amerika Serikat (AS) kembali dihukum atas keterlibatannya dalam skandal seks saat mengawal kunjungan Presiden Barack Obama di Kolombia, tahun lalu. Ketiga tentara ini dinyatakan bersalah melanggar kode etik karena tidur dengan pekerja seks komersial (PSK) saat bertugas.

US Southern Command, yang bertanggung jawab atas operasional militer AS di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan, menyatakan ketiganya bersalah melanggar kode etik militer karena melakukan 'hubungan' dengan PSK.

Dua dari tiga tentara tersebut dinyatakan bersalah melakukan 'perbuatan cabul'. Sedangkan tentara ketiga dinyatakan bersalah atas tindakan perzinaan yang dilarang oleh hukum militer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketiga tentara AS ini telah menerima surat teguran. Mereka juga dikenai sanksi pemotongan gaji. Demikian seperti dilansir AFP, Sabtu (12/1/2013).

Sementara itu, sebanyak 10 tentara AS lainnya telah mendapat sanksi dalam kasus yang sama. Dua anggota Angkatan Laut AS lainnya masih menjalani sidang namun mengalami penundaan sehingga belum menerima sanksi.

Tentara-tentara tersebut merupakan bagian dari pengawal Presiden Obama saat menghadiri Summit of the Americas di Cartagena, Kolombia, pada April 2012 lalu. Kasus ini terungkap ketika, 9 agen Secret Service atau Dinas Rahasia AS yang bertugas mengawal langsung Presiden Obama tertangkap basah menggunakan jasa PSK Kolombia di hotel tempat mereka menginap.

Terlebih dahulu, 9 anggota Secret Service tersebut sudah dipecat. Sebagian dari mereka ada yang mundur dan pensiun juga.

Namun, penyelidikan terus dilanjukan dan hasilnya semakin meluas hingga ditemukanlah sejumlah tentara AS yang juga melakukan tindakan yang sama. Skandal seks ini sempat mencuat ke publik dan mempermalukan pemerintahan Obama di hadapan dunia internasional. Presiden Obama bahkan menyebut mereka yang terlibat sebagai "knuckleheads" atau orang-orang bodoh.

(nvc/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads