Menurut aktivis ICW, Emerson Yunto, sudah saatnya MA menempatkan hakim-hakim berkualitas di kota-kota besar Indonesia. Jangan lagi ada hakim hebat yang justru ditempatkan di pelosok.
"Hakim baik ada di pelosok, hakim buruk di tengah kota," kata Emerson dalam diskusi 'Angie, Tangis, Vonis dan Meringis' di Warung Daun, Cikini, Jakpus, Sabtu (12/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emerson memberi contoh ada seorang hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Barat yang diduga menerima suap dari Arthalyta Suryani. Hakim tersebut hanya diparkir beberapa saat di luar Jakarta.
"Tidak berapa lama, ia kembali ke Jakarta," jelas Emerson.
(mok/gah)











































