Detik.com News
Detik.com
Jumat, 11/01/2013 16:46 WIB

Istri Gugat Cerai Gara-gara Suami Hiperseks

Salmah Muslimah - detikNews
Istri Gugat Cerai Gara-gara Suami Hiperseks ilustrasi (thinkstock)
Jakarta - Kewajiban istri melayani suami baik lahir maupun batin. Namun jika suami meminta dilayani lebih, hal itu bisa berakibat pada perceraian. Seperti yang dialami oleh perempuan asal Pasuruan, Jawa Timur, ini. Dia menggugat cerai suaminya karena hiperseks.

"Perselisihan dan pertengkaran yang terakhir disebabkan karena Tergugat seorang yang hiperseks di mana setiap harinya Tergugat selalu menuntut untuk dilayani berhubungan intim sebagaimana layaknya suami istri lebih dari sekali," tulis putusan Pengadilan Agama Pasuruan seperti dilansir website Mahkamah Agung (MA), Jumat (11/1/2013).

Putusan bernomor 1608/Pdt.G/2011/PA.Pas ini memaparkan si istri harus bekerja karena suami tidak lagi memberikan nafkah lahir. Selain itu si istri harus mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga sehingga dia merasa lelah, bahkan sampai sakit. Namun suaminya tidak bisa mengerti kondisi si istri.

Tidak hanya itu, sang istri telah merelakan suaminya untu berpoligami namun ditolak dan malah berperilaku aneh.

"Telah menawarkan Tergugat agar berpoligami namun Tergugat menolaknya kemudian Tergugat sering bermain sex dengan sebuah boneka (sex toys)," tulis putusan di halaman 2.

Majelis hakim yang diketuai oleh Zainal Arifin dengan hakim anggota Abdul Kholik dan Slamet mengabulkan gugatan istri untuk bercerai. Pasangan yang telah menikah sejak November 2001 ini akhirnya bercerai pada 2 Januari 2012.

"Mengabulkan gugatan Penggugat dengan verstek. Menjatuhkan talak satu ba'in sughra Tergugat terhadap Penggugat," demikian putusan hakim Zainal Arifin ini.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(slm/asp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%