"Ya lebih baik. Karena banyak. Kalau di sana hanya 2 pemanfaatan (mengatasi macet dan banjir-red)," ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan itu saat ditanya wartawan, usai bertemu dengan Dubes Brunei Darussalam Dato Paduka Mahmud Hj di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (3/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, menurut eks Walikota Solo itu, kajian tentang deep tunnel belum lengkap.
"Tapi kalau kajiannya nanti ke saya, hanya menyelesaikan misalnya 2 titik banjir ya ngapain? Masa triliunan mengurangi 2 titik banjir, misalnya," tuturnya.
Sebelumnya, Jokowi pada Kamis (3/1/2012) memaparkan dengan mengandalkan video Youtube mengenai deep tunnel. Menurut Jokowi, pembuatan terowongan raksasa ini diperkirakan akan memakan dana Rp 16 triliun.
Jokowi merencanakan deep tunnel dibangun dalam tempo 4 tahun lebih. "Bisa diselesaikan kurang lebih 4 tahun. Bisa kurangnya setahun, lebihnya 2 tahun," ujar dia.
Deep tunnel yang idenya telah mencuat di masa Sutiyoso ini direncanakan berada di bawah tanah Jl MT Haryono-Pluit.
(nik/nrl)











































