detikcom
Rabu, 02/01/2013 01:08 WIB

Bus Tabrak Truk, Jalur Pantura Kota Tegal Macet

Bambang Pamungkas - detikNews
Truk melintang di jalan setelah ditabrak bus (Foto: Bambang/detik)
Tegal, - Bus antar kota antar provinsi dari Jakarta tujuan Kudus menabrak truk bermuatan kayu di jalur utama pantura, Kota Tegal. Tidak ada korban jiwa, namun kecelakaan membuat arus lalu lintas macet total karena badan truk melintang di tengah jalan.

Sejumlah saksi di lokasi menyebutkan peristiwa yang terjadi pukul 23.15 WIB ini bermula saat truk memutar arah persis di depan kantor patroli jalan raya (PJR). Pada saat bersamaan dari arah belakang melaju bus Nusantara dengan kecepatan tinggi.

Sopir bus yang tidak menduga truk tengah memutar, kaget dan tidak bisa mengendalikan kemudi hingga menabrak samping belakang truk.

"Truk langsung tertabrak di bagian belakang samping kanan dan terguling, dan roboh melintang di tengah jalan,” ucap Kadarisman (35) yang melihat kejadian, Selasa (1/1/2013) malam.

Warga di sekitar lokasi langsung menyelamatkan sopir bus yang tertindih muatan berupa kayu dan material bangunan lainnya. "Beruntung sopir truk masih bisa diselamatkan, meski memakan waktu agak lama karena posisi korban yang berada di
bawah tumpukan muatan kayu yang terlempar dan berserakan di jalan," ujar saksi mata lainnya, Mahmudi (50).

Akibat kecelakaan ini, truk mengalami ringsek dengan posisi melintang di tengah jalan. Kaca bagian kiri depan yang ringsek dibawa ke Mapolresta Tegal.

Sementara penumpang bus harus beralih ke bus lainnya untuk melanjutkan perjalanan. Polisi saat ini masih mendata kedua sopir termasuk saksi mata yang melihat kejadian.


Korban salah tangkap dibakar hidup hidup dan ditembak agar mengakui tuduhan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
55%
Kontra
45%