Minggu, 30/12/2012 21:27 WIB

4 Rumah di Manado Diterjang Longsor, 2 Orang Tewas

Asrar Yusuf - detikNews
Manado - Hujan deras yang melanda Kota Manado membawa bencana. Puluhan rumah terendam banjir serta tanah longsor menerjang. Dua orang dinyatakan tewas pada peristiwa itu.

Informasi yang dihimpun detikcom, sejumlah kawasan di Kota Manado tergenang air setinggi lutut orang dewasa akibat hujan selama dua jam, Minggu (30/12/2012) pukul 14.00 WITA. Bahkan di tempat-tempat tertentu, air mencapai setinggi dada orang dewasa.

Tercatat, daerah yang terkena banjir antara lain Kelurahan Taas, Kelurahan Titiwungen, Kelurahan Sario Tumpaan, Kelurahan Tingkulu, Kelurahan Ranotana, Kelurahan Komo Luar dan Kelurahan Wenang Utara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kota Manado, Maximilian Tatahede, saat dihubungi mengatakan masih mendata warga yang terkena bencana alam ini.

"Di Taas saja ada sekitar 25 rumah, begitu juga di Tingkulu ada 20 rumah, belum lainnya yang berada di tempat yang lebih rendah," kata Tatahede, Minggu (30/12/2012).

Musibah tanah longsor menewaskan dua orang di Kelurahan Winangun Satu Lingkungan V Kecamatan Malalayang. Korban tewas bernama Martha Langi (74) dan Robby Saroinsong (48). Keduanya ibu dan anak tertimbun longsor saat sedang tidur.

Keduanya telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUP Prof dr Kandou Malalayang. Rencananya kedua korban akan dimakamkan di kampung halamannya di Desa Motoling Kabupaten Minahasa Selatan.

Pada waktu yang bersamaan, akibat hujan terjadi longsor di Kelurahan Bumi Nyiur Lingkungan V, serta Kelurahan Pakowa Lingkungan V Kecamatan Wanea.

Rumah panggung milik seorang pensiunan, Anton Sulu (75) di Kelurahan Bumi Nyiur, nyaris roboh setelah tiang penyangga rumahnya roboh diterjang longsor. Anton sendiri tidak mengalami luka berarti.

Di Kelurahan Pakowa Lingkungan V Kecamatan Wanea, 2 unit rumah rusak berat. Jemmy Tatilu (52) dan istri Lenny Manawan (49) ikut meluncur dengan rumahnya yang amblas karena longsor.

Reruntuhan rumah mereka menghantam rumah milik Alex Rotinsulu (58) yang berada di bawahnya. Beruntung ketiganya juga tidak mengalami luka berarti. Mereka hanya menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Manado.

Wakil Walikota Manado, Harley Mangindaan saat dihubungi detikcom, mengatakan peristiwa ini belum bisa dikatakan bencana nasional, meski masuk tanggap darurat.

"Pemerintah sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menanggulangi peristiwa bencana alam ini," tukas Mangindaan.

Bang Ai, panggilan akrab putra Menteri Perhubungan EE Mangindaan ini, mengimbau warganya untuk lebih berhati-hati dengan musim penghujan.

"Jangan sampai terlena, jika terasa membahayakan, segera mengungsi sebelum bencana itu benar-benar terjadi," pungkasnya.

(mok/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    75%
    Kontra
    25%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel