detikcom
Jumat, 28/12/2012 17:47 WIB

Kurikulum 2013, Kemendikbud Beri Opsi SD Kelas 1-3 Tak akan Belajar IPA & IPS

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh memberikan opsi, pada kurikulum 2013 mendatang siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 1, 2 dan 3 tidak akan dibekali lagi dengan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Mata pelajaran IPA dan IPS baru akan didapat siswa dikelas 4,5 dan 6.

"Untuk anak-anak SD kelas 1,2 dan 3 itu tidak akan diberi pelajaran IPA dan IPS lagi, tetapi nanti dalam silabus kurikulum 2013, mata pelajaran IPA dan IPS akan diterapkan pada kelas 4,5 dan 6," ujar M Nuh saat jumpa pers Akhir Tahun Mendikbud 2012 'Membeli Masa Depan dengan Harga Sekarang' di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2012).

Hal ini dikarenakan pendidikan IPA dan IPS merupakan mata pelajaran sains, sementara siswa SD kelas 1,2 dan 3 cara pembelajarannya lebih bersifat universal. "Sehingga anak-anak yang masih kelas 1, 2 dan 3 tidak perlu dijejali dengan mata pelajaran sains IPA dan IPS," terang Nuh.

Bahkan, lanjut Nuh, di Singapura, pelajaran IPA dan IPS baru bisa didapat siswa SD saat kelas 5 dan 6. "Jadi nanti di kurikulum 2013 yang akan diterapkan bulan Juni nanti, dalam silabus kelas 1, 2 dan 3 tidak akan ada pelajaran IPA dan IPS," tuturnya.

Sementara itu, lebih lanjut, untuk kurikulum pendidikan 2013 nanti, Kemendibud menitikkan 7 hal pokok. Pertama adalah antisipasi kebudayaan kompetensi masa depan. Kedua, penataan penyempurnaan alur pikir dalam pengembangan kurikulum. Ketiga, penataan kewenangan di dalam satuan pendidikan. Keempat, penyempurnaan materi yang harus diajarkan. Kelima, harus mengacu pada base practice (pelatihan dasar). Keenam, proses belajar dengan pendekatan ilmiah dan ketujuh, meringankan beban guru.

"Di sini guru tidak akan membuat silabus lagi, sehingga guru lebih fokus pada pembelajaran," ucap Nuh.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(jor/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%