Detik.com News
Detik.com
Kamis, 27/12/2012 14:12 WIB

7 Anggota Jaringan Teroris Poso Diduga Lari ke NTB, Polisi Waspada

Kusmayadi - detikNews
7 Anggota Jaringan Teroris Poso Diduga Lari ke NTB, Polisi Waspada Ilustrasi/detikcom
Mataram - Polda NTB kini tengah memburu tujuh anggota jaringan teror di Poso, Sulawesi Tengah, yang diidentifikasi bersembunyi di NTB. Tujuh orang itu datang ke NTB menumpang kapal laut dari Makassar, Sulawesi Selatan.

"Iya. Informasinya seperti itu. Tapi kita belum tahu si A atau si B-nya. Ada enam sampai tujuh orang yang sudah masuk di sini," kata Wakapolda NTB, Kombespol Martono menjawab wartawan di Mapolda NTB, Jl Langko, Kota Mataram, Kamis (27/12/2012).

Martono mengatakan, tujuh orang itu berangkat menumpang kapal laut dari Makassar. Informasi di Polda NTB menyebut tujuh orang itu masuk di NTB melalui pelabuhan Sape, di ujung timur Kabupaten Bima. Pelabuhan itu adalah pelabuhan barang untuk kapal kayu dan penyeberangan feri menuju Flores dan Sumba, NTT.

"Kita juga belum memastikan profil mereka. Apa mereka asli dari Bima atau siapa. Yang pasti kita kini kian waspada," katanya.

Martono memastikan polisi kini tengah memburu tujuh orang anggota jaringan teror poso itu. Bagaimana polisi memburu mereka, Martono tak merinci.

Kabupaten Bima, di Pulau Sumbawa sejauh ini kerap dikait-kaitkan dengan aktivitas jaringan teror di Poso. Akhir Oktober lalu, Muhammad Khairi, pemuda asal Bima, menjadi korban kontak senjata antara aparat keamanan dengan jaringan teror di Poso. Khairi dipastikan anggota jaringan teror itu. Jasad Khairi diterbangkan ke Bima dan dimakamkan di sana.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri membongkar jaringan teroris di Pondok Umar Bin Khattab, Bolo, Bima, menyusul sebuah bom meledak di pondok itu. Pimpinan pondok dan jaringannya kini sudah dipidana.

"Yang pasti kita kini tidak ingin kecolongan lagi," kata Martono.

Setelah perayaan Natal aman di seluruh NTB, ia menjelaskan jelang perayaan Tahun Baru 2013, tempat-tempat wisata di seluruh NTB menjadi salah satu obyek yang prioritas mendapat pengamanan maksimal. Pengamanan melibatkan pula personel TNI.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(try/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%