detikcom
Jumat, 23/11/2012 15:39 WIB

Patung Jenderal Ahmad Yani di Semarang Setinggi 4 Meter Diresmikan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: angling adhitya p/detikcom
Semarang - Amelia (63), putri ketiga Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani menatap kagum monumen ayahnya yang baru saja diresmikan di halaman Pangkalan Udara Utama (Lanumad) Ahmad Yani Semarang. Monumen setinggi empat meter itu berupa patung Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani sedang berpose mengacungkan telunjuknya ke selatan.

Patung tersebut terbuat dari perunggu seberat 1,3 ton. Berdirinya patung Ahmad Yani atas inisiatif Skadron-31/Serbu Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) di Semarang, Jawa Tengah.

"Saya hari ini sangat terharu dan bangga karena nama Ahmad Yani tidak hanya digunakan untuk bandara internasional, bahkan diabadikan lagi dengan sebuah monumen," kata Amelia di markas Skadron-31/Serbu Puspenerbad, Semarang, Jumat (23/11/2012).

"Suatu penghargaan dari Penerbad yang sangat luar biasa," imbuhnya.

Komandan Lanud Penerbad Kol Cpn Catur Pudji Santoso menambahkan, berdirinya patung Ahmad Yani didasari oleh sejarah panjang kepahlawanan dan nama dari lapangan terbang yang sebelumnya bernama lapangan terbang Kalibanteng itu.

"Bandara Ahmad Yani adalah bandara internasional tapi belum ada ikon. Kami selaku penerus Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani ingin mengenang jasa beliau," tandasnya.

Sementara itu, seniman pemahat patung, Yoga Budi Wantoro mengaku tidak menemukan kesulitan saat membuat patung Ahmad Yani. Patung tersebut dibuat dalam waktu tiga bulan di Muntilan, Magelang.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(alg/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%