detikcom
Selasa, 30/10/2012 17:53 WIB

Myanmar Tolak Tawaran ASEAN untuk Bahas Konflik Rohingya

Rita Uli Hutapea - detikNews
kondisi di Sittwe, ibukota Rakhine (AFP)
Yangon, - Pemerintah Myanmar menolak tawaran dari ASEAN untuk mengadakan pembicaraan guna mengatasi kekerasan sektarian di negara bagian Rakhine, Myanmar barat.

Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan mengatakan, dirinya mengusulkan untuk mengadakan pertemuan tiga pihak antara ASEAN, PBB dan pemerintah Myanmar guna mencegah agar konflik antara warga Buddha dan muslim Rohingya tersebut tidak berdampak luas pada wilayah.

Namun menurut Pitsuwan, pemerintah Myanmar menolak tawaran tersebut.

"Myanmar yakin bahwa itu urusan dalam negeri mereka, namun urusan dalam negeri Anda bisa menjadi urusan kami nantinya jika Anda tidak hati-hati," kata Pisuwan kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (30/10/2012).

Kekerasan sektarian di Rakhine sejauh ini telah menewaskan sekitar 180 orang sejak Juni lalu. Pada bulan Oktober ini, kekerasan tersebut kembali terjadi dan menewaskan 88 orang. Ribuan rumah pun kembali dibakar. Akibatnya, puluhan ribu warga Rohingya kini hidup di kamp-kamp pengungsi yang sudah penuh sesak.

Sekitar 800 ribu warga Rohingya tinggal di Myanmar sejak berabad-abad lalu. Namun oleh pemerintah dan publik Myanmar, mereka terus dianggap sebagai imigran ilegal dari Bangladesh. Akibat diskriminasi yang dialami Rohingya, PBB pun menyebut mereka sebagai salah satu minoritas paling teraniaya di dunia.

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%