detikcom
Rabu, 26/09/2012 15:13 WIB

Rekapitulasi KPUD, Jokowi Unggul Atas Foke di Jakarta Utara

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Rekapitulasi hasil pemungutan dan penghitungan suara pilgub DKI Jakarta tingkat Kotamadya di Jakarta Utara dimenangkan pasangan Joko Widodo-Basuki T Purnama (Jokowi-Ahok). Sedangkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) hanya mendapatkan 41 persen suara warga Jakarta Utara.

"Presentasenya Foke-Nara 41 persen dan Jokowi-Ahok 59 persen," kata Ketua KPUD Jakarta Utara, Dedi Iskandari, dalam rapat pleno terbuka di Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (26/9/2012).

Dedi menambahkan hasil tersebut sudah sah dan ditetapkan hari ini untuk Jakarta Utara dengan rincian Foke-Nara 300.188 suara dan Jokowi-Ahok 432.714. Dedi juga menyambut baik adanya peningkatan pengguna hak pilih yang ada dalam DPT.

"Hari ini kami hanya membacakan tingkat kecamatan dan semuanya berjalan lancar. Hari ini juga disahkan di Jakarta Utara. Ada peningkatan 7000 suara, tapi yang jelas pemilih dalam DPT putaran kedua ini bertambah," ujar Dedi.

Dedi juga menyimpulkan adanya penurunan jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya di Jakarta Utara. "Golput putaran kedua ini lebih rendah dari putaran pertama yakni 36 persen," tutup Dedi.

Ini data yang dihasilkan dalam rapat pleno terbukan rekapitulasi penghitungan suara pilgub putaran kedua di Jakarta Utara:

Total Jakarta Utara
Foke-Nara 300.188 Jokowi-Ahok 432.714

Pemilih dalam salinan DPT 1.168.988
Pemilih yang menggunakan hak pilih 739.739
Pemilih yang tidak menggunakan hak pilih 429.249

Dengan rincian per kecamatan:

Kecamatan Cilincing
Foke-Nara 85.266 Jokowi-Ahok 76.463

Kecamatan Penjaringan
Foke-Nara 38.340 Jokowi-Ahok 90.007

Kecamatan Koja
Foke-Nara 68.068 Jokowi-Ahok 68.328

Kecamatan Pademangan
Foke-Nara 24.572 Jokowi-Ahok 46.318

Kecamatan Tanjung Priok
Foke-Nara 67.669 Jokowi-Ahok 106.669

Kecamatan Kelapa Gading
Foke-Nara 16.273 Jokowi-Ahok 44.929

(vid/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel