Kamis, 13/09/2012 03:03 WIB

Antisipasi Teror, Polda Sulselbar Gelar Razia Serentak di Sejumlah Titik

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Razia antisipasi aksi teror di Sulselbar
Makassar - Terkait maraknya aksi teror bom belakangan ini, jajaran Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Polda Sulselbar) menggelar razia serentak di beberapa titik, Rabu (12/9/2012) malam tadi.

Aparat Polrestabes Makassar menggelar razia besar-besaran dengan menggiring masuk ke pekarangan Mapolrestabes Makassar, setiap kendaraan yang melintas di Jalan Ahmad Yani, Makassar. Dalam razia ini, polisi menemukan beberapa warga yang membawa senjata tajam di dalam kendaraannya, seperti badik, pisau, golok dan crackling.

"Kegiatan razia ini bertujuan untuk mempersempit ruang aksi para teroris, termasuk pula mengupayakan Makassar tetap kondusif jelang Pilkada Sulsel yang waktunya tidak lama lagi," ujar Kabag Ops Polrestabes Makassar, AKBP Hotman yang memimpin razia malam ini kepada detikcom.

Selain Polrestabes, aparat Polsek Kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar juga merazia para penumpang KM Bukit Siguntang dan menemukan 9 buah parang dan 1 pisau dari empat orang penumpang kapal asal Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat. Satu persatu penumpang yang dicurigai digeledah isi barang bawaannya.

"Aksi ini bagian dari kewaspadaan kami mengantisipasi aksi-aksi teror belakangan ini, termasuk adanya teror granat di Maros dua hari lalu, daerah tujuan yang kami anggap rawan itu di bagian timur, seperti Ambon dan Maumere," ujar Kanit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta, Ipda Zopfan Aseanata di Pelabuhan Makassar.

Setelah pihak Polrestabes Makassar dan Polsek Kawasan Soekarno-Hatta menggelar razia, giliran Polres Pelabuhan Makassar yang merazia kawasan Tempat Hiburan Malam (THM) di Jalan Nusantara. Dalam razia ini aparat Polres Pelabuhan menggeledah setiap pengunjung tempat karaoke dan lokalisasi tersebut, namun tidak satupun barang bukti senjata tajam atau narkoba yang ditemukan.

Selain itu, beberapa kantor Polsek lainnya juga menggelar aksi serupa di sekitar kantornya. Demikian pula penjagaan di daerah obyek vital, seperti Bandara Makassar, wilayah perkantoran dan aset-aset pemerintahan setempat.

(mna/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel