detikcom
Jumat, 07/09/2012 15:20 WIB

Usung Gus Dur, Yenny Wahid Tagetkan PKBIB Raih 50 Kursi DPR

Rina Atriana - detikNews
Jakarta - Yenny Wahid resmi mendaftarkan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) sebagai calon peserta Pemilu 2014 ke KPU. Putri ke dua almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu menargetkan partai baru yang dia pimpin itu berhasil meraih 50 kursi di DPR.

"Target kita 50 kursi. Harus optimis," jawab Ketum PKBIB, Yenny Wahid, ditanya tentang kemampuan PKBIB mendudukkan kadernya di DPR sebagai hasil Pemilu 2014.

Kepada wartawan di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (7/9/2012), dia menyatakan optimismenya didasarkan pada antusiasme masyarakat menyambut kehadiran PKBIB. Jumlah anggota PKBIB di berbagai daerah bahkan telah jauh melampaui target minimal yang KPU tetapkan, seperti Aceh yang mencapai 20 ribu dari lima ribu yang disyaratkan.

Menurutnya, antusiasme itu berlangsung hingga hari-hari terakhir pendaftaran PKBIB ke KPU. Sedemikian tinggi antusiasme itu, sampai-sampai jadwal pendaftaran PKBIB ke KPU harus dimundurkan hingga siang hari ini sebab pendataan anggota baru masih berlangsung.

"Seharusnya kemarin mendaftar, tapi kami menghadapi tantangan akibat animo masyarakat yang berebutan menjadi pengurus. Ini tanda positif bahwa kami diterima masyarakat," ujar putri kedua Gus Dur yang punya nama lengkap Zannuba Arifah Chafsoh ini.

Yenny menjelaskan bahwa PKBIB adalah parpol hasil merger antara Partai Kemakmuran Bangsa Nusantara (PKBN) dengan Partai Perjuangan Indonesia Baru (Partai PIB). Berbeda dengan PKB yang didirikan Gus Dur, PKBIB benar-benar menerapkan ajaran Gus Dur sebagai garis perjuangan politiknya.

"Partai yang sebelumnya sudah nggak Gus Dur lagi," cetusnya.

Lantas siapa bakal capres yang akan PKBIB usung nanti?

"Yang pasti bukan saya, hahaha....," jawab Yenny sembari menambahkan bahwa Sri Mulyani, Hatta Rajasa, Prabowo, Jusuf Kalla dan Dahlan Iskan sebagai tokoh yang lebih layak menjadi capres.

(lh/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel