Rabu, 05/09/2012 13:29 WIB

Sudah Disurvei dan Dipetakan, Gedung DPR Jadi Target Bom Teroris

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Kelompok teroris mengincar Gedung DPR jadi sasaran aksi pemboman. Bukan main-main aksi mereka, denah dan peta gedung DPR sudah ditangan kelompok teroris itu.

"Itu pengakuan dari tersangka teroris Mujib dan Nain yang ditangkap di Poso, Juli lalu," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai, saat dikonfirmasi, Rabu (5/9/2012).

Mujib mengaku sudah melakukan survei. Pemetaan gedung DPR pun sudah selesai. Karenanya Ansyaad mengirim surat kepada pimpinan DPR agar berhati-hati. Bisa saja peta gedung itu sudah di tangan anggota teroris yang lain.

"Kita sudah melakukan pemberitahuan," jelasnya.

Mujib tengah melakukan pelatihan di Poso. Dia termasuk dalam kelompok teroris jaringan Solo. Informasi yang dikorek dari dia pun, bahan-bahan kimia sudah ada yang dibeli.

"Walau selama ini bom yang dibuat kelompok itu berdaya ledak rendah, jangan dianggap enteng. Harus waspada. Mereka sudah melakukan pelatihan beberapa kali," jelas Ansyaad.

Soal pendanaan pun kelompok teroris itu sudah makmur. Dunia maya mereka jadikan tempat mencari duit. "Ada 2 hacker dari kelompok mereka yang kita tangkap," tutur Ansyaad.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/vta)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%